Rabu, 3 Juni 20

Di Tengah Wabah Corona, Martha Tilaar Group Kebanjiran Pesanan Hand Sanitizer

Di Tengah Wabah Corona, Martha Tilaar Group Kebanjiran Pesanan Hand Sanitizer
* Martha Tilaar. (Foto: OkeZone)

Jakarta, Obsessionnews.com – Di tengah wabah corona, perusahaan yang memproduksi bahan-bahan pembersih antiseptik atau alat pelindung dari kotoran kebanjiran rezeki. Seperti halnya perusahaan manufaktur kosmetik, PT Cedefindo kini sibuk melayani pesanan untuk memproduksi cairan pembersih tangan atau hand sanitizer.

Perusahaan yang masih berada di bawah bendera Martha Tilaar Group ini pun memperkirakan akan mulai melepas ke pasar sejumlah produk dalam waktu dekat.

Direktur Utama PT Martina Berto Tbk. Bryan Emil Tilaar mengatakan, permintaan untuk produksi hand sanitizer tiba-tiba meningkat dalam masa pandemi Covid-19 yang saat ini terus berlangsung di Tanah Air.

Bahkan, tak tanggung-tanggung, menurutnya, sudah ada lima mitra yang meminta perseroan untuk membuat produk antiseptik tersebut.

“Ada lima perusahaan yang sudah bekerjasama dengan kami, sebagian dari mitra lokal dan ada juga yang asing. Tak hanya itu ada juga yang masih penjajakan. Permintaan meningkat ini terjadi tiba-tiba,” katanya, Minggu (5/4/2020).

Bryan mengemukakan saat ini contract manufacturing bisnis Cedefindo yang terkonsolidasi dalam perseroan sudah mengerjakan pembuatan hand sanitizer dalam sebulan ini.

Menurutnya, bisnis Cedefindo selama ini memang memproduksi dari produk mitra untuk beauty personal care. Alhasil, seluruh prosedur dilakukan pabriknya di Bekasi, Jawa Barat.

Bryan mengaku perseroan sendiri hingga saat ini memang belum berencana membuat hand sanitizer. Namun, dia tidak memungkiri jika ke depan perseroan juga akan segera merilis produk antiseptik tersebut.

Adapun untuk produksi hand sanitizer milik mitra perseroan masih dalam proses kalkulasi kemampuan produksi dan target penjualan. Bryan hanya memastikan hand sanitizer produksi Cedefindo akan sangat mayoritas menggunakan bahan lokal.

Dia menjelaskan jika merujuk data Nielsen kategori fast moving consumer goods atau FMCG yang dalam keadaan bagus luar biasa adalah vitamin, makanan minuman kesehatan, serta berbagai produk kebersihan dan langsung menunjang kesehatan.

“Sementara untuk beauty personal care kategorinya adalah skin care dengan plus minus pertumbuhannya 6 value growth. Permintaan beauty personal care terutama make-up dengan keadaan seperti ini, misal sepanjang April ini ritel banyak yang tutup dan sentra ekonomi tidak bergairah tentu wajib diwaspadai,” ujarnya.

Meski demikian, Bryan memastikan perseroan masih mengandalkan penjualan online dibandingkan offline. Hal itu agar perputaran bisnis tidak hanya diam karena ritel yang sepi dan tutup karena dampak corona.

Ke depan perseroan akan terus mewaspadai permintaan konsumen khususnya pada produk kosmetik atau make up dan body hair care. Dengan demikian, pihaknya akan memproyeksi periode April dan Mei di luar produk FMCG yang berkaitan kesehatan penjualan tidak akan luar biasa.

“Pokoknya kita tidak tinggal diam tetapi berusaha terus mencapai hasil terbaik saja di April dan Mei. Jadi untuk dua bulan kedepan tetap moderat optimis saja sambil waspada kuat,” katanya.

Bryan berharap penanganan Covid-19 bisa berjalan baik hingga penularan mengecil dan yang sembuh jauh semakin banyak. Dari sisi masyarakat juga wajib tahu diri dan pemerintah diharapkan dapat meningkatkan infrastruktur medis saat ini.

“Jika penyebaran Covid 19 ini menurun banyak, barulah kegiatan ekonomi dengan stimulus bisa berjalan baik. Jika tidak begitu orang tidak akan bisa lakukan aktifitas ekonomi,” ujarnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.