Senin, 26 Oktober 20

Di Tangan Anne Patricia, Penjualan Pan Brothers 2020 Meningkat Hampir 15%

Di Tangan Anne Patricia, Penjualan Pan Brothers 2020 Meningkat Hampir 15%
* Anne Patricia. (Foto: Fikar Azmy)

Jakarta, Obsessionnews.comKinerja PT Pan Brothers Tbk di tengah kondisi pandemi Covid-19 ini perlu diacungkan jempol. Bagaimana tidak, di situasi seperti ini banyak perusahaan yang terpaksa melakukan pengurangan karyawan agar bisa survive, Pan Brothers justru menuai keuntungan.

Salah satu perusahaan pemasok garmen untuk kebutuhan ekspor ini masih dapat terus bertumbuh dan menuai keuntungan di masa pandemi Covid-19.

Meskipun sempat mengalami penurunan ekspor, akibat negeri pembeli global brand menerapkan lockdown, di tangan dingin Anne Patricia, Pan Brothers tetap menuai keuntungan. Semua pesanan yang tertunda mulai diproses setelah beberapa negara perlahan membuka perbatasannya kembali sejak April lalu.

“Saat ini kita memang sedang kejar-mengejar untuk semua pengiriman ekspor. Kebetulan Pan Brothers juga dimandati pemerintah Indonesia untuk membuat masker maupun alat pelindung diri atau APD,” ujar Anne seperti dikutip dari majalah Women’s Obsession, Senin (31/8/2020).

Perempuan yang dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) ini mengakui, perusahaannya harus bergerak dengan dinamis, dan melakukan pivoting dengan membuka divisi baru untuk memproduksi masker dan hazmat, baik yang washable maupun disposable. Berkat rekam jejak yang baik, Pan Brothers kemudian dipercaya menjadi official supplier dari BNPB maupun dari Kemenkes.

“Awalnya memang focus untuk pemenuhan pandemi, sebagai bentuk sumbangsih kami. Dan semester satu tahun 2020 ini, puji syukur kami ada peningkatan sales hampir 15%, dibandingkan semester pertama tahun 2019,” tutur Anne.

Tak hanya memenuhi permintaan dalam negeri, divisi baru ini akan mulai mengekspor masker dan APD ke luar negeri bulan September yang akan datang. Anne berpendapat, kebutuhan akan surgical ataupun isolation gown, jumpsuit, serta masker ini akan ada terusmenerus, baik untuk kebutuhan aksesoris, non-medical grade, maupun medical grade. Dia pun optimis, dengan forecast yang sudah keluar, target perusahaan akan tercapai, walaupun tidak ada kenaikan dari pesananpesanan global brands.

Menurut dia, hal ini didukung dengan geopolitik Indonesia yang cukup ramah secara diplomatik. Anne berharap pada 2021 global brands melihat Indonesia sebagai suatu market dan juga manufacturing hub.

“Sehingga bisa mengembangkan penjualan tekstil dan garmen di dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Untuk memenuhi permintaan ekspor, Anne mengungkapkan, pabrik tetap buka dengan menerapkan dua sif dan protokol kesehatan yang ketat. Karyawan yang tidak mematuhi atau melanggar akan dikenakan sanksi. Tantangan terbesar dalam menghadapi pandemi, menurutnya adalah mindset.

Dia mengaku telah memberikan masker kepada seluruh pekerja maupun keluarganya untuk memastikan bahwa mereka bisa tetap beraktivitas secara aman dan nyaman.

Sepanjang kita menjalankan protokol, mengecek temperatur, memakai masker, berperilaku higienis, menjaga jarak sosial, saya rasa pandemi ini bisa kita lalui dengan baik dan terkontrol,” pungkasnya. (Nura/Women’s Obsession/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.