Rabu, 21 April 21

Di Masa Pandemi, I Nyoman Sudharma Mampu Mendorong Pergerakan Ekonomi Daerah

Di Masa Pandemi, I Nyoman Sudharma Mampu Mendorong Pergerakan Ekonomi Daerah
* Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali I Nyoman Sudharma. (Foto:

Jakarta, obsessionnews.comSoal kinerja I Nyoman Sudharma sebagai Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali tek perlu di ragukan lagi. Betapa tidak, di situasi ekonomi yang kurang menentu akibat pandemi Covid-19 ini dilalui dengan cukup baik dengan pertumbuhan kredit sekitar 3,9 persen.

“Sepanjang tahun 2020, walaupun di tengah kondisi krisis kami bisa tumbuh kredit 3,9 persen, saat secara nasional kontraksi minus 2,4 persen. Aset juga tumbuh di atas 5 persen dan dana pihak ketiga di atas 6 persen,” jelas Sudharma dikutip dari majalah Men’s Obsession edisi 205, Kamis (18/3/2021).

Bank BPD Bali tidak hanya senantiasa memastikan ketersediaan akses keuangan memadai bagi masyarakat melainkan juga menghadirkan produk dan layanan beragam untuk memenuhi berbagai kebutuhan keuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) maupun masyarakat Bali.

Searah dengan kebijakan pemerintah dalam ekonomi, sejak Bali terkena dampak di bidang pariwisata yang cukup besar Bank BPD Bali juga melakukan program restrukturisasi kredit kepada sejumlah 11 ribu debitur dengan nominal hampir dua setengah triliun.

“Pada Agustus 2020 Bank BPD Bali dipercaya menjadi bank penempatan uang negara. Kami bisa realisasi sebesar 2,3 triliun, sehingga dipercaya oleh pemerintah menjadi salah satu bank yang mendukung pemulihan ekonomi nasional,” ucap Sudharma.

Penempatan dana pemerintah tersebut bertujuan untuk mendorong dan menggerakkan perekonomian daerah dari adanya dampak pandemi. Selain itu, Bank BPD Bali turut merealisasikan program pemerintah mengenai tambahan subsidi bunga baik bagi pelaku usaha yang mendapatkan KUR maupun UMKM.

“Kami juga membantu debitur mendapatkan kredit modal kerja dengan penjaminan pemerintah serta KUR super mikro,” papar Sudharma.

Dalam pertemuan Bank Indonesia secara virtual di akhir tahun kemarin, Bank BPD Bali menjadi salah satu bank terbaik dalam mendukung UMKM sekaligus pelaksanaan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS).

Tak hanya sampai di situ, sederet capaian lainnya termasuk penghargaan dari Bank Indonesia salah satu bank pendukung terbaik implementasi sistem pembayaran barcode atau Quick Respon Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus digencarkan dalam rangka memberikan edukasi tentang digitalisasi pembayaran yang cocok untuk situasi pandemi saat ini, dan mendukung program CHSE, proses pemberian sertifikat kepada usaha pariwisata maupun destinasi pariwisata lainnya.

Sejak awal memimpin hingga kini menginjak dua tahun, Sudharma berhasil membawa Bank BPD Bali meraih 25 penghargaan bergengsi. Hal itu membuktikan bahwa kinerja Bank BPD Bali diakui berbagai pihak dan dinilai prima, di antaranya penghargaan The Best Indonesian Sales Marketing, Financial Performance Excellence, Best Leader Business Sustainable, penghargaan Paritrana Award dari BPJAMSOSTEK, dan lainnya.

Integritas, loyalitas, dan disiplin dijadikan Sudharma sebagai kunci sukses dalam bekerja. Ia selalu menularkan semangat kepada tim bahwa bekerja adalah bagian dari ibadah. Melalui pekerjaan pun kita bisa menghasilkan dan memberi manfaat. Hal itu juga didasari empat nilai utama yang dimiliki Bank BPD Bali, yang dikenal dengan istilah CINTA. Nilai-nilai perusahaan yang dijabarkan dalam 12 perilaku utama mendukung pencapaian visi misi yang ditetapkan.

“CINTA terdiri dari Competent, Integrity, Teamwork, dan Customer Awareness. Tanggal 14 Februari menandai hari jadi budaya kerja kami sejak dilaunching tahun 2014,” ucapnya.

CINTA diharapkan mampu menciptakan iklim kerja yang kondusif, mendorong produktivitas, dan mengoptimalkan kinerja Bank BPD Bali. Sepanjang tahun ini, Sudharma berharap Bank BPD Bali bisa bersinergi bersama pemerintah daerah serta Bank Indonesia menghidupkan sektor lain di luar pariwisata sehingga ada keseimbangan.

“Kami akan mendorong program pembiayaan UMKM sektor produksi, sehingga diharapkan dapat memberikan dampak baik kepada masyarakat di Bali. Terutama dengan adanya KUR, keringanan suku bunga dan tambahan subsidi dari pemerintah,” ujar ayah dua anak ini.

Selain itu, Bank BPD Bali berkomitmen memberdayakan masyarakat melalui program-program tanggung jawab sosial. Seiring dengan ketentuan OJK mengenai rencana keuangan berkelanjutan, bank menginisiasi pemberdayaan desa wisata termasuk program kesehatan. Hal ini akan dilakukan dalam rangka membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan dan peningkatan kapasitas kesejahteraan masyarakat. (Angie/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.