Kamis, 23 September 21

Di Indonesia Jutaan Orang Kena PHK, 500 TKA China Malah Dipekerjakan

Di Indonesia Jutaan Orang Kena PHK, 500 TKA China Malah Dipekerjakan
* TKA China. (Foto: Infox)

Jakarta, Obsessionnews.com – Kebijakan pemerintah mendatangkan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China ke Sulawesi Tenggara terus menuai kecaman dan kritikan dari berbagai pihak. Banyak yang mendesak agar rencana itu dibatalkan.

Anggota Komisi IX DPR Nabil Haroen juga turut mendesak pemerintah agar mengkaji ulang kebijakan kedatangan TKA di tengah pandemi virus corona (Covid 19).

“Kebijakan ini (kedatangan TKA) seharusnya bisa ditangguhkan, mengingat situasi dan kondisi di tengah pandemi Covid-19,” ujar Nabil kepada wartawan belum lama ini.

Menurutnya, saat ini pemerintah perlu memprioritaskan pekerja dalam negeri. Untuk itu, harus ada negosiasi ulang terkait dengan kontrak dan kesepakatan kerja dengan pihak asing, yang sebelumnya sudah ada kerja sama.

Ia menyayangkan di saat banyak orang Indonesia yang kena PHK karena imbas corona ini, pemerintah malah mempekerjakan orang asing. Apalagi ini adalah TKA China, di mana corona berasal dari negara tersebut.

“Ada jutaan warga Indonesia yang kehilangan pekerjaan atau kekurangan akses keuangan. Jangan sampai pekerjaan-pekerjaan yang ada, justru dinikmati warga asing,” ujar Nabil.

Selain itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan dan instansi terkait harus menyelediki kasus ini dengan komprehensif. Agar dilihat adanya unsur kesengajaan atau ada mekanisme yang menyalahi aturan.

“Sehingga WNA dari China bisa masuk, ketika pemerintah menerapkan kebijakan menutup bandara-bandara dan perbatasan demi pencegahan Covid-19. Jika ada kesengajaan, sudah seharusnya diproses secara hukum,” ujar Nabil.

Diketahui, TKA asal China berjumlah 500 orang direncanakan akan datang ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan pemurnian nikel PT VDNI (Virtue Dragon Nickel Industry) Morosi, Kabupaten Konawe.

Perusahaan itu diketahui sudah mendapat izin dari pemerintah pusat pada 22 April lalu. Meski sudah adanya izin dari pemerintah pusat, kedatangan TKA China itu ditolak oleh berbagai pihak. Salah satunya dari Gubernur dan DPRD Sulawesi Tenggara. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.