Kamis, 30 Juni 22

Di Forum Dunia, Yohana Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan

Di Forum Dunia, Yohana Komitmen Lindungi Anak dan Perempuan
* Menteri PP PA Yohana Susana Yembise menyampaikan komitmen Pemerintah Indonesia menghapus semua bentuk kekerasan terhadap anak pada Global Partnership Solution Summit 2018 di Stockholm, Swedia 14-15 Februari 2018.

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susana Yembise mengikuti kegiatan Global Partnership Solution Summit 2018 di Swedia 12-15 Februari 2018. Banyak hal yang disampaikan Yohana dalam forum yang dihadiri oleh 35 menteri dari 78 negara tersebut.

Salah satu yang penting adalah, Yohana menyampaikan komitmen Pemerintah RI dalam upaya global memenuhi hak-hak anak dan melindunginya dari semua bentuk kekerasan. Komitmen itu diwujudkan dalam bentuk regulasi yang sudah diimplementasikan di semua daerah melalui kabupaten/kota layak anak (KLA).

KLA ini kata dia, memuat berbagai program dan kegiatan, antara lain perlindungan anak dari kekerasan melalui peran anak sebagai pelopor dan pelapor. Lalu peningkatan resiliensi anak untuk mencegah dan memerangi kekerasan melalui Forum Anak.

Yohana juga menyampaikan tentang program penguatan pengasuhan berbasis hak anak untuk peningkatan ketahanan keluarga dan pencegahan perkawinan anak. Serta peningkatan peran aktif masyarakat melalui Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM)

Tidak hanya itu, penyediaan layanan online bagi anak dalam melaporkan kasus kekerasan melalui Telepon Sahabat Anak atau TeSA129, serta pencegahan eksploitasi seksual anak terutama di wilayah destinasi wisata juga disampaikan oleh Yohana sebagai bagian dari program Kementerian PPPA.

“Kita juga berbicara tentang bagaimana Indonesia mengembangkan Strategi Nasional untuk Mengakhiri Kekerasan Terhadap Anak 2016-2020 (STRANAS PKTA) yang meliputi konsultasi dengan ribuan anak di penjuru Indonesia,” ujar Yohana kepada Obsessionnews.com, Selasa (20/2/2018).

Agenda yang dibahas dalam Global Partnership Solution Summit 2018 meliputi berbagai isu terkait upaya-upaya pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak, dengan fokus pada penghentian berbagai bentuk kekerasan terhadap anak, meliputi sexual abuse dan eksploitasi, trafficking, cyber bullying, kekerasan fisik ataupun mental, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya.

Pertemuan ini tidak hanya melibatkan pemerintah, namun juga anak, organisasi masyarakat, dunia usaha, dan masyarakat. “Tujuannya untuk menyorot dan berbagi inisiatif-inisiatif serta praktik-praktik baik dari negara-negara guna memajukan hak-hak anak, dan mencegah semua bentuk kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Menurutnya, pandangan negara luar terhadap kondisi anak-anak dan perempuan Indonesia umumnya masih sama. Yakni masih banyak kejahatan atau kekerasan yang menimpa mereka.
Hanya saja, Indonesia terus melakukan berbagai upaya agar kekerasan terhadap perempuan dan anak terus menurun.

“Di Indonesia forum anak sudah terbentuk sampai tingkat desa keluraham bahkan ada yang sampai tingkat RT/RW. Anak-anak dilibatkan dalam perencanaan pembagunan di wilayahnya. Mereka juga aktif dalam berbagai upaya kampanye pemenuhan hak dan perlindungan anak juga untuk mencegah terjadinya kekerasan,” jelasnya

Yohana berharap, Konferensi Kemitraan Global ini bisa terus menemukan dan menyebarkan solusi dan praktik-praktik baik untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak serta mengangkat bagaimana Kemitraan Global berperan dalam mendukung Agenda 2030 dan memperkuat upaya-upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.