Jumat, 15 November 19

Di Era Orba Probosutedjo Selalu Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat

Di Era Orba Probosutedjo Selalu Perjuangkan Kesejahteraan Rakyat
* Probosutedjo.(FOTO: Kompas)

Jakarta, Obsessionnews.comIndonesia saat ini sedang berduka. Berduka karena Probosutedjo adik mantan Presiden Soeharto ini meninggal dunia di usianya yang ke- 87 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, pada Senin (26/3/2018).

Probo termasuk figur yang punya jam terbang tinggi sejak era Orde Baru (Orba). Di zaman Orba Kerapkali ia beda pendapat dengan kakaknya, Soeharto yang merupakan penguasa Orba pada saat itu. Seringkali kritikan dilontarkan oleh Probo kepada kakak itu. Meski sering kali dikritik, hubungan Probo dan Soeharto masih tetap harmonis.

Probo merupakan salah satu inisiator pendirian Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia. Soeharto pernah protes terhadap upaya adiknya itu. Sorotan Probo ditujukan pada sistem perekonomian era Orba.

Soeharto terus diingatkan oleh Probo bahwa sistem perekonomian Orba hanya memperkaya beberapa golongan tertentu. Masyarakat sadar dan mempersepsikan kondisi perekonomian era Orba.

Banyaknya konglomerat keturunan Tionghoa di era Orba dikhawatirkan menjadi isu kebencian utama. Kebencian ini bukan hanya pengusaha pribumi namun juga pengusaha kecil keturunan Tionghoa.

Pria kelahiran Bantul, Yogyakarta, 1 Mei 1930 itu juga seorang pengusaha Indonesia yang sukses. Sebagai pengusaha, ia pernah menjabat Direktur Utama PT Menara Hutan Buana. Probo juga tercatat memiliki Yayasan Menara Bhakti yang juga Pemilik Universitas Mercu Buana, Universitas Mercu Buana Yogyakarta.

Selain itu, Probo juga dihardik Soeharto karena terlalu kritis terhadap para menteri di pemerintahannya. Di zaman pemerintahan Soeharto sang adik memang terkenal sebagai seorang yang frontal. Ia tak takut untuk bersuara bila ada kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat dan pengusaha pribumi.

Almarhum juga disebut-sebut sebagai tokoh yang memperjuangkan hak rakyat agar hidup lebih sejahtera. Kisah ini diungkap mendiang dalam sebuah buku berjudul ‘Memoar Romantika Probo: Saya dan Mas Harto’.

Meski tak bisa terjun ke dunia politik, Probo menunjukkan keahlian lain dalam dunia pendidikan. Hal tersebut terbukti saat Probo menjalani hidup sebagai seorang guru di Pematang Siantar, Sumatera Utara.

Ia niat hijrah dari tanah Jawa untuk mendirikan sebuah sekolah hingga akhirnya menjadi kepala sekolahnya sendiri. Saat itu almarhum juga rela sekolah yang ia bangun menjadi milik negara demi kepentingan rakyat.

Perhatiannya terhadap dunia pendidikan menjadi salah satu motivasi Probo dalam melahirkan perguruan tinggi yang kini dikenal Universitas Mercu Buana.

Selain sukses dalam dunia pendidikan, mendiang pun dikenal sebagai pengusaha sukses. Kesuksesan itu didapat Probo lewat berbagai keberaniannya untuk bisa sukses di usia muda.

Kendati tak pernah terlihat dalam dunia politik, ternyata Probo pernah berniat menjabat Gubernur DKI Jakarta pada awal 1990-an. Namun keputusannya itu tak restui oleh Soeharto.

Almarhum juga tiga kali gagal menjadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri. Padahal saat itu Menteri Dalam Negeri Rudini telah merestui keputusan Probo. Namun tetap saja karena Soeharto sang penjegal utama tak merestui, akhirnya Probo gagal terus.

Sukses sebagai pengusaha, Probo juga mencuat karena kasus dana reboisasi hutan taman industri, sekitar 15 tahun lalu. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat itu pada April 2003 menjatuhkan vonis 4 tahun pidana kepada Probo.

Merespons vonis ini, Probo mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Jakarta. Upaya bandingnya dikabulkan dan akhirnya masa hukumannya dikurangi menjadi dua tahun.

Terkait kasus ini, Probo sempat mengajukan kasasi ke MA pada 2004. Ketika itu, Ketua Mahkamah Agung, Bagir Manan sempat menjadi salah seorang majelis hakim dalam perkara yang menjerat Probo. Probo menjalani masa hukuman pidana di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. (Poy)

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.