Rabu, 8 Desember 21

Di Car Free Day Warga Teken Dukungan Google Bayar Pajak

Di Car Free Day Warga Teken Dukungan Google Bayar Pajak

Jakarta, Obsessionnews.com – Ratusan warga menandatangani spanduk dukungan agar Google, Twitter, Facebook, Yahoo bayar melakukan filter konten dan bayar pajak. Aksi ini diadakan oleh Komunikonten Institut Media Sosial dan dan Diplomasi di acara car free day‎ Jalan MH Thamrin Minggu (25/9/2016).

“Kami secara berkala, rutin turun di car free day mengkampanyekan penggunaaan media sosial untuk kepentingan nasional, seperti untuk promosi pariwisata, produk lokal, mencegah separatisme dan radikalisme,” ujar Direktur Eksekutif Komunikonten Hariqo Wibawa Satria di lokasi.

“Sekarang kita turun mengajak masyarakat mendesak Google, Facebook, Yahoo, Twitter bayar pajak, namun kali ini kita tidak menggunakan pengeras suara, hanya membentangkan spanduk, rupanya respon warga sangat luar biasa, hanya dalam waktu 2 jam 900-an warga ikut tanda tangan,” tambahnya.

google-pajak-2

Menurutnya, Jika media-media lokal membayar pajak, mengapa media-media baru seperti Google, Facebook, Twitter, Yahoo dan raksasa digital lainnya tidak. Ia menilai, telah terjadi persaingan usaha yang tidak sehat. Sebab itu, Hariqo menyebut empat hal yang harus dilakukan dengan gotong royong oleh Pemerintah dan masyarkat.

“Pertama, meminta para raksasa digital ini bayar pajak, karena itu kewajiban mereka dan hak bangsa kita. Kedua, meminta raksasa digital melakukan filter, agar konten-konten yang tidak sesuai dengan Pancasila, NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika segera dihapuskann” tuturnya.

Menurutnya, orang  luar menilai Indonesia melanggar HAM hanya karena video-video sepenggal di youtube, padahal negara kini demokrasinya luar biasa sekali, HAM sangat dihargai di negeri ini.

Ketiga, mendorong agar literasi digital dilaksanakan sejak sekolah dasar. Term of use saat seseorang membuat akun di media sosial harus diubah dalam format tanya jawab, bukan hanya penjelasan seperti monolog. Misalnya ia mempertanyakan apakah ‎seseorang sudah bikin akun tidak akan menggunakan untuk fitnah.

google-pajak-3

Keempat, Hariqo mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera memiliki mesin pencari seperti Google, jika tidak selamanya pemerintah dan masyarakat Indonesia akan tergantung kepada Google dan media sosial lainnya. Mesin pencari itu banyak, ia yakin pemerintah mampu bikin.

“Kita tidak anti Google dan mesin pencari lainnya, justru kita termotivasi, jika Larry Page dan Sergey Brin bisa mengapa si Buyung, si Upik, si Ujang, dll tidak bisa. Motivasi lainnya adalah karena mereka tidak bayar pajak ke Indonesia, padahal keuntungannya dari iklan besar sekali,”  jelas Hariqo Wibawa Satria di Jakarta

Dalam aksi penandatanganan spanduk ini, pengguna Car Free Day juga diajak untuk meningkatkan kolaborasi diantara pengguna medsos. Kolaborasi untuk mempromosikan produk lokal Indonesia, pariwisata, kuliner, budaya Indonesia.

“tadi saat Car Free Day ada komunitas namanya SEHATI, kepanjangan sehat mencermati informasi, mereka langsung gabung dengan aksi kita, kita foto-foto bersama karena merasa satu visi, kami yakin komunitas seperti ini banyak juga di daerah-daerah,”  jelas Hafyz Marshal, Panitia Penandatanganan Spanduk ini.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.