Minggu, 19 September 21

Di Bawah Nakhoda Prof. Adiwijaya Tel-U Terus Lakukan Inovasi di Bidang Teknologi

Di Bawah Nakhoda Prof. Adiwijaya Tel-U Terus Lakukan Inovasi di Bidang Teknologi
* Rektor Telkom University Prof. Dr. Adiwijaya, S.Si., M.Si. (Foto: Dok Pribadi)

Jakarta, obsessionnews.com – Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19, Telkom University (Tel-U) tak hanya mampu mempertahankan eksistensinya sebagai perguruan tinggi favorit, tapi juga melahirkan selaksa prestasi akademik dan riset yang memberikan kontribusi luar biasa bukan hanya bagi sivitas akademika, tapi juga rakyat Indonesia. Hal itu tentu tak lepas
dari kepemimpinan Prof. Adiwijaya.

Sebagai perguruan tinggi swasta (PTS) terbaik No. 1 di Indonesia, Tel-U memiliki 7 fakultas yang terdiri dari 40 prodi dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 30 ribu yang tersebar dari Sabang
sampai Merauke.

Dengan jumlah mahasiswa yang banyak serta persebaran mahasiswa yang luas, Tel-U terus menciptakan inovasi dalam pembelajaran, terlebih pada masa pandemi ini. Contohnya, meluncurkan aplikasi Learning Management System (LMS).

Tak hanya itu, Rektor Telkom University ini menambahkan, Tel-U juga telah memiliki unit yang mengelola pembelajaran daring yang dinamakan Center of e-Learning and Open Education (CeLOE). Untuk penjaminan mutu pembelajaran daring, seluruh dosen di Tel-U diwajibkan mengikuti dua sertifikasi, yakni CeLOE Moodle Course Certification (CMCC) dan CeLOE Course Content Creator Certification.

“Sebagai bentuk tanggung jawab untuk membantu pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa, kami juga merilis aplikasi CeLOE Open Courseware (OCW). Ini merupakan aplikasi open education yang dapat diakses masyarakat luas,” ungkap Prof. Adiwijaya dikutip dari majalah Men’s Obsession, Minggu (1/8/2021).

Di bawah nakhoda Prof. Adiwijaya, Tel-U kokoh mempertahankan reputasinya. Betapa tidak, kampus yang berdiri sejak 14 Agustus 2013 tersebut telah menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang masuk ke dalam daftar peringkat THE Young University Ranking 2021, dan berhasil menempati peringkat 401+.

Prestasi lainnya, menduduki peringkat 1001+ dunia dalam pemeringkat THE World University Ranking, Tel-U menjadi satu satunya PTS yang masuk 9 besar bersanding dengan universitas terbaik di Indonesia yang semuanya adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sekaligus meraih predikat PTS terbaik di Indonesia dua tahun berturut turut, yakni pada 2019 dan 2020.

Komitmen Guru Besar Matematika ini dalam mencetak generasi unggul untuk kemajuan bangsa Indonesia juga dibuktikan dengan meningkatkan
mutu kualitas yang ada di Tel-U.

“Tahun ini berdasarkan surat keputusan Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT), kami berhasil meraih akreditasi Unggul,” ungkapnya.

Di pertengahan tahun ini, Tel-U kembali menorehkan prestasi membanggakan. Times Higher Education (THE) Asian University Rankings (AUR) mengeluarkan daftar terbarunya terkait perguruan tinggi unggulan di Indonesia. Tel-U masih menjadi satu￾satunya PTS yang menempati posisi ke-8 di Indonesia. Bersamaan dengan prestasi tersebut, Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings (WUR) 2022 mendaulat Tel-U dalam 10 Besar perguruan tinggi unggulan di Indonesia.

“Visi kami adalah menjadi perguruan tinggi berbasis riset dan entrepreneur yang berperan aktif dalam pengembangan teknologi, sains, dan seni,” tegas pria kelahiran 21 September 1974 ini.

“Pengakuan Lembaga internasional terhadap kualitas pengelolaan Telkom University menjadi penyemangat bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkontribusi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia,” imbuh Prof. Adiwijaya.

Sebagai PTS kebanggan bangsa, Tel-U terus melakukan inovasi di bidang teknologi. Bekerja sama dengan Telkomsel, Tel-U melakukan upaya pengembangan ekosistem 5G di Indonesia yang serentak diresmikan di lima kota di Indonesia.

Kedua pihak tersebut juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman untuk melakukan riset tentang teknologi 5G, mengakselerasikan upaya pemanfaatan dan pengembangan 5G beserta ekosistemnya, sekaligus mendorong lahirnya talenta digital masa depan yang mampu mewujudkan kemandirian digital bangsa.

“Kami sivitas akademika Telkom University berbangga hati menjadi kampus pertama yang bisa menikmati jaringan 5G di Indonesia. Sejalan dengan itu, ini juga merupakan Amanah bagi
Telkom University untuk menghasilkan lebih banyak hasil riset pengembangan inovasi pemanfaatan teknologi 5G yang tepat guna sehingga dapat menjadikan masyarakat Indonesia sebagai smart
digital preneur yang dapat mendorong transformasi Indonesia menuju kedaulatan dan kemandirian digital yang berkelanjutan,” tutur Prof. Adiwijaya.

Saat ini Tel-U telah mengembangkan beberapa aplikasi dan inovasi hasil riset pemanfaatan teknologi 5G beserta ekosistemnya, di antaranya
Telesthethoscope, sebuah stetoskop berbasis internet of things (IoT); PATRIOT￾NET, merupakan sistem terintegrasi dalam upaya preventif bencana dalam bentuk early warning sistem dengan memanfaatkan teknologi IoT dan diintegrasikan dengan inovasi pemulihan jaringan telekomunikasi menggunakan Mobile Cognitive Radio Base Station (MCRBS); Autonomous UVC Mobile Robot, sebuah robot otonom yang dapat melakukan sterilisasi ruang isolasi medis dengan sinar UVC; Doctor Representative Robot (Doper), sebuah alat komunikasi antara dokter dan pasien Covid-19 dari jarak jauh yang memungkinkan pemantauan suhu dengan infra-red, dan lainnya.

Tahun ini, Tel-U juga memiliki Telecom Infra Project (TIP) Community Lab pertama di Asia Tenggara dan ke 14 di dunia. TIP adalah komunitas perusahaan global dan organisasi yang mendorong solusi infrastruktur untuk memajukan
konektivitas global.

“Tel-U bertekad tak hanya menghasilkan lulusan yang unggul, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang bermanfaat untuk bangsa Indonesia,” pungkasnya. (Gia/MO/Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.