Jumat, 28 Februari 20

Di bawah Kepemimpinan Eddy Soeryanto Soegoto UNIKOM Terus Berkibar

Di bawah Kepemimpinan Eddy Soeryanto Soegoto UNIKOM Terus Berkibar
* Founder & Rektor UNIKOM Prof. Dr. Ir. H. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T. (Foto: Sutanto/Men’s Obsession)

Mata Kuliah Wajib dan Prestasi Mendunia

Sejak awal memimpin UNIKOM, Eddy Soeryanto Soegoto mewajibkan empat mata kuliah dasar yang harus dipelajari untuk seluruh program studi tanpa terkecuali. Yang pertama adalah perangkat lunak komputer atau software, kedua, perangkat keras komputer atau hardware, ketiga, animasi multimedia, dan keempat, mata kuliah entrepreneurship atau kewirausahaan. UNIKOM yang memang merupakan Perguruan Tinggi berbasis ICT, maka Eddy mewajibkan mata kuliah ICT selama 7 semester untuk seluruh prodi di UNIKOM tanpa terkecuali. “Baik itu Fakultas teknik maupun fakultas non teknik, termasuk hukum, sastra, desain, dan sebagainya, itu semuanya wajib belajar software selama 7 semester dan hardware 1 semester. Jadi, untuk Ilmu Hukum, Sastra Inggris, Sastra Jepang, wajib belajar perangkat keras komputer,” papar Prof. Eddy.

Dan, karena dasar keilmuan seluruh mahasiswa UNIKOM ini adalah pada bidang ICT, maka Prof. Eddy mengembangkan lagi dengan inovasiinovasi pada bidang teknologi tinggi, dan berkreasi menciptakan produk-produk yang kemudian menjadi unggulan dan kebanggaan bangsa Indonesia. Seperti di bidang robotika, bidang roket, kemudian berbagai bidang yang terkait dengan konten digitalisasi, terbukti meraih prestasi membanggakan baik skala nasional maupun internasional.

Sungguh membanggakan jika melihat prestasi UNIKOM yang sudah 9 tahun menjadi juara dunia kontes robot di Amerika Serikat. Bahkan pada 2007 lalu, UNIKOM menjadi Perguruan Tinggi pertama dari Indonesia yang dikirim ke negara Paman Sam tersebut untuk mengikuti kompetisi robot. “Setelah itu berturut-turut. Sudah 9 tahun menjadi juara dunia kontes robot, sudah 10 tahun juara nasional kontes roket, 7 tahun juara Indonesia ICT Award, INAICTA, sudah 4 tahun juara nasional microsoft. Bahkan Unikom adalah salah 1 Perguruan Tinggi yang memenangkan 2 kategori kompetisi microsoft yang dikirim ke Amerika Serikat. Satu memperoleh penghargaan 100 juta, dan satunya 50 juta,” ia menjelaskan.

Terbaru UNIKOM mampu menutup tahun 2019 dengan sangat manis. Pada September 2019 lalu, salah satu mahasiswa program studi Sistem Informasi UNIKOM, Rizky Muhammad berhasil menjadi juara dunia ICT di ajang Worldskills yang digelar di Kazan Rusia. “UNIKOM sebagai pemenang tentu menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Jadi bukan untuk UNIKOM sendiri atau warga Jawa Barat, tapi kita bicara pada konteks nasional. Jadi, itulah yang menjadi titik tolak kita kenapa UNIKOM itu betul betul melakukan inovasi dan kreativitas pada bidang-bidang ICT,” tegas Prof. Eddy.

Tak hanya di bidang eksakta, prestasi di bidang lain yang juga diraih mahasiswa UNIKOM, antara lain juara nasional di bidang animasi multimedia pada 2018 lalu. Kemudian, UNIKOM juga dikenal sebagai juara nasional untuk program studi Sastra Jepang dan Bahasa Inggris, Desain dan bidang seni. Begitu pula pada bidang olahraga, prestasi membanggakan diraih para atlet UNIKOM dari cabang olahraga Bulutangkis, Karate, Taekwondo, dan Pencak Silat dalam ajang pertandingan antar Perguruan Tinggi se-Indonesia.

Sejak kehadirannya pada tahun 2000 lalu, prestasi demi prestasi dari berbagai bidang terus dikejar UNIKOM, terutama di bidang ICT. Tak hanya mahasiswa yang gencar berinovasi dan berkreasi sehingga menghasilkan prestasi membanggakan. Lebih dari itu, Prof. Eddy juga mendorong para dosen untuk mampu berkarya menghasilkan suatu publikasi internasional terindeks scopus.

Halaman selanjutnya

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.