Rabu, 16 Oktober 19

Di Acara Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Bicara Isu Kriminalisasi dan PKI

Di Acara Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Bicara Isu Kriminalisasi dan PKI
* Presiden Jokowi membuka acara Tanwir Muhahmmadiyah di Bengkulu. (Foto: Dokumentasi Muhahmmadiyah)

Jakarta, Obsessionnews.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Bengkulu, Jumat, (15/2/2019). Dalam kesempatan itu Jokowi kembali menyinggung isu kriminalisasi dan PKI. isu itu kerap kali dipakai oleh oknum tertentu untuk menyudutkan pemerintah.

Jokowi menegaskan tidak ada istilah kriminalisasi karena semua orang sama di depan hukum. Jokowi menyebutkan kesamaan hukum kepada siapa pun itu telah menjadi dasar penting negara Indonesia. ia tak memandang latar apa pun bagi para pelanggar hukum.

“Kalau ada gubernur, menteri, bupati, anggota dewan bermasah dengan hukum. Ya hukum akan menindaklanjuti,” kata Jokowi.

Jokowi juga mengatakan bahwa secara prinsip kata kriminalisasi itu cenderung ditujukan kepada orang yang tidak melakukan kesalahan namun kemudian diberi penindakan hukum. Secara tersirat Jokowi berpendapat bahwa penggunaan kata itu tidak tepat disematkan kepadanya.

“Kriminalisasi itu orang yang tidak salah kemudian disel. Tapi kalau mempunyai masalah hukum, ya dijalani,” kata Jokowi.

PKI Lagi

Joko Widodo juga kembali menyampaikan keluhannya atas tudingan kepada dirinya yang terlibat dalam Partai Komunis Indonesia. Menurutnya, isu itu selalu muncul di media sosial dan semakin gencar terutama menjelang Pemilihan Presiden 2019. Isu ini kata dia hampir sama pada Pilpres 2014 lalu.

“PKI itu adanya tahun 1965. Saat itu berarti umur saya masih empat tahun,” kata Jokowi dalam sambutannya.

Karena itu, menurut Jokowi, sangat tidak masuk akal jika ada orang yang menudingnya terlibat sebagai anggota PKI. “Kalau ada yang bilang PKI. Berarti dulu ada PKI balita,” ujar Jokowi yang disambut riuh ratusan pengunjung Tanwir Muhammadiyah 2019.

Untuk itu, Jokowi berharap agar publik melakukan verifikasi mendalam atas banyak isu yang beredar mengenai PKI dan dirinya. “Cek saja, gampang sekali. Orang tua saya, nenek saya. Dicek saja. Tidak ada yang bisa ditutupi,” ujar Jokowi.

Di kesempatan itu, Jokowi juga menampilkan salah satu foto yang beredar di media sosial yang menampilkan dirinya dan salah satu tokoh PKI, DN Aidit, sedang berpidato. “Ini DN Aidit pidato tahun 1955. Saya belum lahir. Kok saya ada di dekat dia. Gambar seperti ini ribuan beredar di media sosial,” kata Jokowi.

Beredarnya gambar-gambar hoaks tersebut, lanjut Jokowi, akhirnya meresahkan publik dan bukan tidak mungkin memicu eskalasi politik semakin tinggi menjelang Pilpres 2019. “Ini meresahkan. Dan isu-isu terus digoreng dengan isu politik dua bulan lagi,” kata Jokowi.

Mengenai masalah PKI itu sendiri, mantan tim sukses Prabowo Subianto, La Nyalla Mattaliti, mengakui bahwa dirinyalah yang mengembuskan isu tersebut. Tapi, La Nyalla menyebut Jokowi sudah memaafkan tindakannya itu.

Agenda Tanwir Muhammadiyah ke-51 di Bengkulu dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, mulai dari Jumat, 15 Februari 2019 hingga Minggu, 17 Februari 2019. Kegiatan ini mendatangkan sejumlah tokoh nasional dan rencananya akan ditutup oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.