Sabtu, 14 Desember 19

Dharma Pertiwi Luncurkan Ladara Indonesia

Dharma Pertiwi Luncurkan Ladara Indonesia
* Dharma Pertiwi meluncurkan Laut Darat Udara (Ladara) Indonesia yang merupakan Platform E-Commerce untuk mewadahi hasil karya kerajinan dari para anggota Dharma Pertiwi dari unsur IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini. (Foto: Puspen TNI)

Jakarta, Obsessionnews.com –  Dharma Pertiwi meluncurkan Laut Darat Udara (Ladara) Indonesia yang merupakan Platform E-Commerce untuk mewadahi hasil karya kerajinan dari para anggota Dharma Pertiwi dari unsur IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini.

Ketua Umum  Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto di sela-sela acara Gebyar Karya Pertiwi dan Military Attache Spouses Culture tahun 2019, didampingi Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji, Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna dan Ketum Bhayangkari Ny. Fitri Idham Azis,  meresmikan peluncuran “Ladara Indonesia” di Balai Sudirman, Jl. Dr. Saharjo No. 268, Jakarta Selatan, Rabu (13/11/2019).

Nanny mengatakan, Ladara Indonesia merupakan suatu terobosan yang diprakarsai oleh Dharma Pertiwi dengan tujuan untuk menyejahterakan keluarga TNI, supaya ibu-ibu yang memiliki kreativitas tidak hanya dikenal oleh lingkungan setempat saja. Tetapi, sekarang hasil karyanya bisa diperjualbelikan secara online ke seluruh mancanegara.

“Ibu-ibu muda Dharma Pertiwi harus berani berkarya. Hasil produk barangnya yang belum dikenal, sekarang bisa diperjualbelikan secara online,” ujarnya yang dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Puspen TNI, Rabu.

Menurut Nanny, peluncuran Ladara Indonesia di sela-sela kegiatan Gebyar Karya Pertiwi agar peserta Military Attache Spouses dari beberapa negara sahabat dapat mengetahui hasil kerajinan ibu-ibu yang tergabung dalam Dharma Pertiwi.

“20 Atase Pertahanan negara sahabat (China, Mexico,  Pakistan,  Polandia, South Korea, Thailand,  Singapore, Brunei, Malaysia, PNG,  Rusia, Philippines,  Vietnam,  Australia,  Brazil, Canada,  Japan,  New zealand, Spain, Inggris) yang mengikuti Gebyar Karya Pertiwi sebagai salah satu promosi kerajinan Indonesia sehingga dapat dikenal dunia,” jelasnya.

Konsep Gebyar Karya Pertiwi hari ini adalah perpaduan bazar produk-produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)  berkualitas dengan penampilan kegiatan pertunjukan seni  dan budaya Indonesia dan mancanegara. Selain itu ada juga workshop bertemakan pemasaran produk unggulan berbasis digital dalam rangka meningkatkan kompetensi pelaku usaha dan kesejahteraan. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.