Jumat, 7 Agustus 20

Dewa Gede Palguna Gantikan Hamdan Zoelva

Dewa Gede Palguna Gantikan Hamdan Zoelva

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah resmi menetapkan I Dewa Gede Palguna sebagai hakim konstitusi menggantikan Hamdan Zoelva. Ia terpilih setelah melewati rangkaian tes dan wawancara yang diselenggarakan oleh Tim Panitia Seleksi  perekrutan calon hakim konstitusi.

‎Lantas siapa I Dewa Gede Palguna pilihan Jokowi itu. Pria kelahiran Bangli, Bali 24 Desember 1961 itu sejak awal sudah dikenal sebagai seorang akademisi yang konsen membidangi hukum. Keseriusanya mengeluti dunia hukum ia wujudkan dengan menjadi dosen di FH Universitas Udayana sejak tahun 1988.

Kemudian  pernah juga menjadi Dosen Luar Biasa pada fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan di Universitas Dwijendra Denpasar tahun 1987-1988. Selain itu Palguna juga dipercaya sebagai Ketua Bagian Hukum Internasional FH Universitas Udayana tahun 1997-1999, dan Dosen Luar Biasa di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana.

Setelah lulus program Pascasarjana di Universitas Pajajaran Bandung tahun 1994, karier Palguna semakin naik dengan diangkat menjadi Ketua Departemen Penelitian dan Pengembangan pada Pusat Studi Hukum dan Hak Asasi Manusia di Fakultas Hukum Universitas Udayana tahun 1999-2001.

Selain menjadi akademisi, pria yang telah dikaruniai dua orang putri dan satu orang putri ini juga pernah diangkat sebagai ‎anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Daerah Tingkat I Bali tahun 1999, dan pernah juga menjabat sebagai Anggota MPR RI dari unsur Utusan Daerah Provinsi Bali periode 1999-2004. Aktivitas itu ia lakoni untuk menambah wawasanya di dalam dunia kenegaraan.

Di luar itu Palguna yang pernah menjadi sarjana lulusan terbaik di Universitas Udayana ini juga ternyata senang dalam dunia seni dan peran. Ia tercatat aktif di dalam kelompok Teater Sanggar Putih Denpasar selama tujuh tahun, dan senang mengikuti olahraga karate dan seni bela diri.

Disela-sela kesibukannya itu, Palguna juga sering kali menyisakan waktu untuk menulis artikel dan tulisanya kerap dimuat di koran lokal maupun nasional. Kemudian, tulisan lain juga ia wujudkan dalam bentuk buku, dan makalah. Kemudian Palguna juga aktif menjadi pembicara dalam sebuah diskusi dan seminar nasional. (Abn)

Related posts