Kamis, 6 Oktober 22

“Desember Ceria” Kok Rupiah “Loyo”?

“Desember Ceria” Kok Rupiah “Loyo”?

Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) perdagangan hari ini ditutup keok karena tertekan sentimen global dan data makro ekonomi. Pelemahan tersebut di tengah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg hari ini ditutup pada level Rp12.281 per USD. Posisi tersebut terdepresiasi 75 poin dibanding penutupan kemarin di level Rp12.206 per USD.

Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.235 per USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.235 per USD dan terlemah di level Rp12.284 per USD.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik hari ini juga pada level Rp12.281 per USD, dengan kisaran harian Rp12.204-Rp12.276 per USD. Posisi tersebut memburuk 59 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.222 per USD.

Data Limas menunjukkan rupiah sore ini pada level Rp12.283 per USD. Posisi tersebut anjlok 89 poin dibanding penutupan hari sebelumnya Rp12.194 per USD.

Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.264 per USD. Posisi ini melemah 68 poin dibanding posisi penutupan hari sebelumnya Rp12.196 per USD.

Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, laju rupiah tertekan memburuknya sentimen global terkait terus berlanjutnya tren penurunan harga minyak mentah dunia setelah Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menolak memangkas produksinya.

“Keputusan itu berdampak pada tereskalasinya USD terhadap rupiah hari ini,” kata dia, Senin (1/12/2014).

Selain itu, dirilisnya data makro ekonomi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang tadi juga memberi imbas pada rupiah.

BPS mencatat bahwa inflasi November sebesar 1,50% dibanding bulan sebelumnya 0,47%. Sementara untuk inflasi tahun kalender mencapai 5,75% dan secara year on year (yoy), inflasi mencapai 6,23%.

Sedangkan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober berhasil surplus USD23,2 juta didukung nilai ekspor yang mencapai USD15,35 miliar dari impor hanya USD15,33 miliar. Namun, neraca perdagangan secara kumulatif masih memgalami defisit sebesar USD1,64 miliar.

Sementara IHSG sore ini berakhir memperpanjang posisinya di zona hijau di tengah melemahnya mayoritas bursa Asia. IHSG berakhir naik 14,40 poin atau 0,28% ke level 5.164,29.

Nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp5,32 miliar dengan 6,04 juta saham diperdagangkan dan transaksi beli asing Rp89,41 miliar. Tercatat 140 saham naik, 180 saham melemah dan 79 saham stagnan.

Related posts