Selasa, 7 Desember 21

Desak Perdana Menteri Mundur, Demonstran Bakar Gedung DPR

Desak Perdana Menteri Mundur, Demonstran Bakar Gedung DPR
* Demonstrasi di Gedung DPR Solomon terkait pengumuman pemilu pada 2019. (AFP/CNN)

Massa aksi demonstrasi membakar sejumlah gedung termasuk gedung parlemen (DPR) di Kepulauan Solomon, yang mendesak Perdana Menteri mundur diantaranya karena janji pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi.

Pemerintah Kepulauan Solomon menerapkan penutupan wilayah (lockdown) di Ibu Kota Honiara selama 36 jam ke depan setelah pedemo yang mendesak perdana menteri mundur rusuh hingga membakar sejumlah bangunan.

Perdana Menteri Manasseh Sogavare menyerukan lockdown pada Rabu (24/11/2021) melalui pidatonya di stasiun televisi nasional.

“Lockdown Honiara yang akan berlangsung sampai Jumat pukul 07.00 waktu setempat akan memberikan ruang penegak hukum menyelidiki dengan sungguh-sungguh pelaku kerusuhan hari ini dan mencegah kerusakan lainnya,” kata Sogavare seperti dikutip CNN.

Demonstrasi di Honiara dipicu oleh luapan amarah warga terkait sejumlah masalah domestik, termasuk janji pembangunan infrastruktur yang belum terealisasi, menurut laporan media lokal.

Puncak amarah itu terjadi pada Rabu ketika pedemo dari seluruh wilayah Solomon, termasuk dari Malaita, pergi ke Honiara untuk berunjuk rasa.

Saksi mata menuturkan sejumlah bangunan yang dibakar antara lain toko, kantor polisi, hingga atap gedung parlemen yang terbuat dari jerami. Selain pembakaran, para pedemo juga menjarah toko-toko di Honiara.

Kepolisian Kepulauan Solomon pun memerintahkan seluruh warga ibu kota untuk diam di rumah. Orang-orang yang masih berada di sekolah dan perkantoran di minta segera pulang ke rumah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh jalanan, sekolah, dan perkantoran dapat dibuka kembali segera setelah lockdown. Karena itu, kami meminta warga bekerja sama sampai situasi kondusif,” papar Wakil Komisioner Kepolisian Juanita Matanga.

Saat ini, Kepulauan Solomon juga tengah menghadapi tekanan lainnya terutama atas keputusan pemerintah pada 2019 yang memutus hubungan dengan Taiwan demi membangun relasi diplomatik dengan China.

Selama ini, China memang menentang negara-negara yang berani menjalin hubungan formal dengan Taiwan dan disaat bersamaan memiliki hubungan diplomatik dengan Beijing. Sebab, China menganggap Taiwan wilayah kedaulatannya yang membangkang dan ingin memerdekakan diri. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.