Rabu, 30 September 20

Desa Madani Parmusi di Ponpes Aceh Bisa Menjadi Percontohan Nasional

Desa Madani Parmusi di Ponpes Aceh Bisa Menjadi Percontohan Nasional
* Ketum Parmusi Usamah Hisyam meresmikan Desa Madani di Pondok Pesantren Ar-Rabwah di Desa Krueng lamkareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. (Foto: Albar/ OMG)

Aceh Besar, Obsessionnews.com – Ketua Umum Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) H. Usamah Hisyam bangga dengan konsep Desa Madani Parmusi yang diterapkan di Pondok Pesantren Ar-Rabwah di Desa Krueng lamkareung, Kecamatan Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar.

Menurutnya, ini adalah sebuah konsep baru dalam pembentukan Desa Madani Parmusi yang biasanya lebih banyak diresmikan di perkampungan. Meski berada di pondok pesantren, kata dia, Desa Madani justru bisa jauh lebih berkembang karena empat pilar Desa Madani sudah ada potensinya di pondok pesantren.

“Desa Madani di Ponpes bisa jadi lebih paripurna karena, empat pilar utama Desa Madani sudah ada potensinya. Hanya perlu dikembangkan dalam aspek yang lebih besar atau luas,” ujar Usamah usai meremsikan Desa Madani di Pondok Pesantren Ar-Rabwah, Aceh Besar, Sabtu (14/12/2019).

Empat pilar tersebut, yakni penananam iman dan takwa, pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial dan pendidikan. Dari empat itu, yang perlu dipikirkan lagi secara matang adalah pemberdayaan ekonomi secara berkelanjutkan. Ini penting agar pondok pesantren bisa lebih mandiri secara ekonomi.

“Jadi dengan Desa Madani ini diharapkan pondok pesantren memiliki pemberdayaan ekonomi yang kuat, sehingga bisa lebih mandiri, tidak ketergantungan dari luar,” tutur Usamah.

Lebih dari itu, Usamah berharap Desa Madani Pondok Pesantren seperti halnya di Aceh ini bisa menjadi percontohan nasional, bahwa Desa Madani tidak harus diterapkan di perkampungan. Tapi juga di tempat lain yang punya sumber ekonomi yang kuat.

“Kalau sumber ekonomi pesantren kuat, maka pasti bisa berdampak kepada lingkungan atau masyarakat sekitar. Ke depan ini perlu menjadi percontohan secara nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pondok Pesantren Ar-Rabwah Bismi Samaun mengatakan, Desa Madani di pondok pesantren ini akan memanfaatkan lahan 9 hektar untuk perkebunan pepaya dan perternakan sapi. Pengelolaan itu juga nantinya akan melibatkan warga sekitar, sehingga hasilnya bisa dibagi untuk bersama.

“Orientasi Desa Madani aspek manfaatnya bukan hanya untuk pondok pesantren tapi juga warga desa. Karena dalam pengelolaan lahan ini kita akan melibatkan warga desa, sehingga hasilnya bisa untuk bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, pondok pesantren
Rabwah adalah pondok yang lahir karena ada faktor bencana tsunami di Aceh pada 2004 lalu. Di mana banyak anak-anak terlantar karena kehilangan orang tua dan saudara-saudaranya. Atas dasar itu ponpes ini dibangun untuk menampung mereka.

“Sampai saat ini kita masih menampung anak-anak jalan, para yatim piatu, dan kaum duafa untuk bisa menyenyam pendidikan di pondok ini. Bukan hanya pendidikan agama, tapi juga pendidikan umum, karena kita punya madrasah, dari ibtidaiyah sampai aliyah. Semua santri di sini gratis tidak dipungut biaya,” jelasnya.

Dalam Kafilah Dakwah Parmusi ini, Usamah Hisyam didampingi Ketua Majelis Penasehat PP Muslimah Parmusi Daisy Astrilita, Ketua Umum Muslimah PP Parmusi Nurhayati Payapo, Bendahara PP Parmusi Dewi Achyani, Ketua Pengurus Wilayah Parmusi Aceh, Bahrom Muhammad Rasyid dan pengurus PW yang lain. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.