Selasa, 26 Januari 21

Desa Madani Parmusi Butuh Dana Rp 101 Miliar

Desa Madani Parmusi Butuh Dana Rp 101 Miliar
* Ketua Umum Parmusi Usamah Hisyam di acara malam dakwah Parmusi.

Jakarta, Obsessionnews.com – Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengelar acara Malam Dakwah Membangun Umat Madani di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Rabu (5/12/2018). Acara itu dihadiri sejumlah tokoh dan pengusaha. Salah satunya Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie.

Malam Dakwah Membanguun Umat Madani digelar dalam rangka menguatkan program Parmusi, yakni membangun Desa Madani di seluruh penjuru tanah air. Konsep Desa Madani sesusai dengan keputusan hasil Munas pada 2015 lalu, dimana Parmusi mengubah gerakan politik menjadi gerakan dakwah.

“Untuk bisa membangun Desa Madani melalui gerakan dakwah kita membutuhkan biaya yang besar. Setidaknya kita butuh Rp 101 miliar, dimana kita alokasikan setiap desa sekitar Rp 200 juta,” ujar Usamah di Hotel Luwansa.

Selain mensosialisasikan gerakan Desa Madani, acara ini juga sekaligus dalam rangka penggalangan dana dari para pengusaha dan tokoh yang memiliki komitmen kebangsaan dan keumatan. Karena diakui untuk mensukseskan program ini butuh biaya yang besar.

“Manhaj dakwah Desa Madani adalah suatu strategi perjuangan untuk membangun umat madani
Indonesia, yakni suatu masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin yang diridhai Allah,” jelasnya.

Dengan Desa Madani ini kata Usamah, Parmusi bukan hanya ingin membangun desa secara fisik, tapi juga membangun masyarakat melalui penguatan iman dan takwa. Untuk itu, menurut Usamah, konsep Desa Madani sebenarnya jauh lebih kuat dibadingkan dengan program Dana Desa.

“Konsep Desa Madani ini sebenarnya lebih efisien dan lebih matang, dibanding dengan program Dana Desa, jika Dana Desa hanya membangun desa secara fisik, Desa Madani membangun fisik dan iman takwa karena dibarengi dengan gerakan dakwah,” jelasnya.

“Parmusi meyakini, ridha Allah subhanahu wa ta’ala adalah kata kunci yang harus diupayakan bersama-sama
untuk mencapai kemajuan bangsa Indonesia yang sejahtera lahir dan batin,” tambahnya.

Menghadapi banyak persoalan yang dihadapi masyarakat baik dalam ekonomi, pendidikan, dan sosial, Parmusi mengajak umat muslim Indonesia untuk bersikap peduli. “Kita tentu tak boleh hanya mengandalkan pemerintah untuk mengatasi problematika sosial umat yang multikompleks,” jelasnya.

“Sebagai anak bangsa yang telah diberikan sejumlah kenikmatan hidup di negeri ini, berupa jabatan, kekayaan, harta benda, ilmu, dan pengetahuan, kita sudah seharusnya bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala. Sungguh merupakan kemuliaan, bila mana hari ini kita menyisihkan sebagian apa yang telah kita dapatkan untuk membangun kembali negeri ini dengan mendukung program dakwah Desa Madani.” (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.