Minggu, 17 Oktober 21

Dengan Transaksi di Pegadaian, Bisa Sekolahkan Anak

Dengan Transaksi di Pegadaian, Bisa Sekolahkan Anak
* Yatin, nasabah Pegadian.

Jakarta, Obsessionnews – Aktifitas gadai nyaris tak kunjung sepi. Melalui wadah pegadaian, perusahaan negara yang cukup maju dan berkembang yakni PT Pegadaian (Persero) dengan slogan “Mengatasi Masalah Tanpa Masalah” nampaknya sungguh diminati masyarakat.

Berdasarkan observasi wartawan Obsessionnews.com, setiap lima menit masyarakat melakukan transaksi di PT Penggadaian (Persero) dengan berbagai kepentingan. Mereka menggunakan jasa gadai untuk kepentingan pembayaran sekolah/pendidikan, bisnis, bahkan menabung. Menurut nasabah, pegadaian sangat membantu memberi kemudahan, aman dan cepat dalam bertransaksi. Apalagi, nasabah membutuhkan uang secara mendadak, maka pegadaian dapat memberi solusi.

Yatin

Nasabah Yatin (karyawan) mengatakan memanfaatkan wadah pegadaian untuk kepentingan sekolah anak. “Saya memanfaatkan pegadaian untuk biaya pendidikan anak. Bagi saya untuk melakukan transaksi di pegadaian sangat membantu,” ungkapnya pada Obsessionnews.com, Senin (21/3/2016), di kantor Penggadaian, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Selain mudah, alasan nasabah memilih pegadaian karena mudah, cepat dan terpercaya. “Saya sudah lama bertransaksi dipenggadaian sejak anak saya SD dan tahun ini akan lulus SMA. Bertransaksi di Pegadaian itu selain aman, prosesnya cepat, tidak pakai lama, hanya butuh lima belas menit transaksi selesai. Makanya saya suka melakukan transaksi di pegadaian,” tandasnya.

Begitu juga seorang pengajar, Rosalia, merasakan hal sama bahwa bertransaksi di pegadaian sangat membantu terutama dalam urusan pembiayaan sekolah anak. “Kalau saya pribadi membantu banget. Saya menggadai untuk kebutuhan pendidikan anak. Biaya sekolah anak harus bayar sekarang trus kita belum gajian, jadi solusinya kalau ada yang bisa digadai, gadai dululah,” tuturnya.

Rosalia mengaku sudah lama bertransaksi di pegadaian, sebab selain mudah dan cepat, bunganya tidak memberatkan bagi nasabah. “Di mana-mana namanya pinjaman ada bunga ya, tapi kan tidak memberatkan buat kita. Apalagi saya udah lama banget deh melakukan transaksi, sejak anak saya SD sekarang dia sudah kuliah masih melakukan transaksi di pegadaian, sudah 10 tahun ya. Saya suka melakukan transaksi pegadaian karena prosesnya cepat apalagi sekarang suda online, itu memudahkan banget,” kagumnya.

Penjual buah, Muzakir, nasabah pegadaian.
Penjual buah, Muzakir, nasabah pegadaian.

Muzakir, penjual buah, mengaku tidka kesulitan menajdi nasabah pegadian. Tidak sulit dan ‘njelimet’ seperti jadi nasabah bank. “Saya baru bulan lalu ikut melakukan tarnsaksi di pegadaian. Saya suka buat nyimpan uang. Saya memilih di pegadaian tidak menyulitkan. Menyimpan di Bank kalau bukan KTP DKI tidak boleh, saya kan KTP Depok, begitupula KTP BNI atau BRI sama saja harus KTP Depok kalau buka harus wilayah Depok,” ungkap dia.

“Kalau pegadaian, di mana saja boleh. Saya nanti kalau ambil nanti ada keperluan, simpan duli buat usaha lain, kalau disimpan pribadi dikit-dikit habis, nah kalau dengan pegadaian kan bisa menabung. Saya jual buah potong kurang lebih setahun, setelah penggusuran itu, daripada ngak jelas mending jual-jual buah gini lah,” bebenrya pula. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.