Jumat, 14 Agustus 20

Demonstran Minta AS Bebaskan Hong Kong Dari China

Demonstran Minta AS Bebaskan Hong Kong Dari China
* Demonstran Minta AS Bebaskan Hong Kong Dari China. (ist)

Ribuan pengunjuk rasa di Hong Kong berkumpul di depan Konsulat Amerika Serikat (AS) di pemerintahan kota, mendesak Presiden AS Donald Trump untuk campur tangan secara militer dalam pembebasan mereka di Hong Kong.

Demonstran meminta bantuan AS untuk membebaskan kota mereka dari kekuasaan China. Permintaan mereka sampaikan dalam aksi unjuk rasa damai yang digelar Minggu (8/9), sambil menyanyikan lagu Star Spangled Banner.

Menurut laporan FNA, hari ini, sekelompok demonstran Hong Kong pada pagi hari melakukan aksi unjuk rasa di depan Konsulat AS dan memegang beragam bendera yang maksudnya, “Trump, Bebaskan Hong Kong” dan mendesak AS melakukan campur tangan untuk “menyelamatkan” mereka.

Permintaan mereka sampaikan setelah Menteri Pertahanan AS Mark Esper pada Sabtu (7/9) kemarin, mendesak Cina untuk menahan diri di Hong Kong, bekas koloni Inggris yang kembali ke pemerintahan China pada 1997 lalu.

“Berjuanglah untuk kebebasan, berdirilah bersama Hong Kong. Tolak Beijing, membebaskan Hong Kong,” teriak mereka sebelum menyerahkan petisi ke Konsulat AS di Hong Kong seperti dikutip dari Reuters, Minggu (8/9).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Cina telah mempublikasikan dokumen dan mengumumkan bahwa pejabat Konsulat AS di Hong Kong diam-diam bertemu dan berkoordinasi dengan para pemimpin protes, termasuk para pemimpin gerakan separatis.

Kerusuhan di Hong Kong dimulai sekitar tiga bulan lalu sebagai protes terhadap RUU ekstradisi ke Cina.

Negara-negara seperti Amerika Serikat dan Inggris menjadikan masalah ini sebagai alasan untuk memprovokasi demonstrasi di Hong Kong menjadi lebih luas.

Hong Kong berada di bawah kekuasaan Inggris dari 1842 hingga 1997, tapi sejak 1997 telah bergabung dengan Cina.

Beberapa waktu lalu, Presiden AS Donald Trump dalam pesan Twitternya mengaku menerima informasi dari dinas intelijen negara itu bahwa Cina sedang mengerahkan pasukan ke perbatasan Hong Kong.

Kantor berita Reuters (13/8) melaporkan, dalam pesannya, Donald Trump meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menjaga keamanan diri mereka, di tengah berlanjutnya aksi protes yang berujung bentrokan antara para pengunjuk rasa Hong Kong dengan aparat keamanan di bekas koloni Inggris itu.

Menurut Reuters, tidak begitu jelas apakah yang dimaksud Trump adalah penempatan pasukan yang sudah sejak lama dilaporkan media atau ada pergerakan baru dari pemerintah Cina.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina, Hua Chunying dalam konferensi persnya di Beijing beberapa waktu lalu memperingatkan Amerika untuk tidak mencampuri urusan dalam negeri Hong Kong. (*/ParsT/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.