Kamis, 29 September 22

Demokrat Tolak Pansus DPR Soal Kapolri

Demokrat Tolak Pansus DPR Soal Kapolri

Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Benny K Harman menyatakan, Fraksi Partai Demokrat menolak dibentuknya pantia khusus (Pansus) DPR untuk menindaklanjuti penetapan Komisaris Jenderal (Komjen) Pol Budi Gunawan sebagai tersangka ‎pemilik rekening gendut.

Menurutnya, ‎penanganan kasus Budi Gunawan biarlah diserahkan kepada lembaga yang berwenang yakni Komisi Pemberantasan Korupsi. Untuk saat ini kata Benny, kondisinya belum begitu mendesak bagi DPR untuk membuat Pansus, sehingga Demokrat menganggap rencana itu tidak perlu terburu-buru diwacanakan.

“Saya kira nggak perlu, karena kondisinya tidak begitu mendesak,” ujarnya Kamis (22/1/2015).

Bagi Demokrat yang penting adalah bagaimana KPK bisa membuktikan kepada publik, siapa orang yang telah menyuap Budi, kemudian kenapa persoalan rekening gendut hanya mengarah kepada Budi, sedang perwira tinggi lainya yang diduga ikut terlibat tidak diungkap.

“Jadi lebih baik jelaskan ke publik alasa-alasan itu,” terangnya.

Diketahui, wacana pembentukan Pansus muncul di Komisi III setelah Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. ‎Penetapan itu dianggap sebagian orang sangat aneh dan mengganjal, lantaran terjadi secara tiba-tiba tepatnya pada saat menjelang hari H Budi lolos dari proses seleksi uji kelayakan di DPR.

Kini, wacana itu kembali menguat dan dianggap oleh sebagian politisi Senayan penting untuk dibuat Pansus. Menyusul adanya informasi yang disampaikan oleh Pelaksana tugas (Plt) Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto yang mengatakan, bahwa Ketua KPK Abraham Samad ikut bermain-main dalam dunia politik.

Awalnya Hasto mengatakan, bahwa Abraham kerap bertemu dengan tokoh politik pendukung Joko Widodo. Abraham kata Hasto berkeinginan untuk mendampingi Jokowi dalam pertarungan Pilpres 2014. Namun, keinginan itu tidak terwujud karena PDI-P dan partai pendukungnya lebih memilih Jusuf Kalla.

Menurut Hasto, kabar itu rupanya sudah terdengar oleh Abraham. Bahkan kata Hasto, Abraham mengaku sudah melakukan Penyadapan, dan mendapat informasi bahwa yang mengamalkan dirinya jadi calon wakil presiden adalah Budi Gunawan. (Albar)

Related posts