Selasa, 21 September 21

Demokrat Persiapkan AHY Maju di Pilpres 2019? (Bag. Terakhir dari 2 tulisan)

Dalam dua bulan terakhir Agus bersama Partai Demokrat aktif bergerilya ke berbagai daerah. Dalam safarinya tersebut Agus mendapat sambutan hangat dari berbagai elemen masyarakat. Tujuan utama safari tersebut merupakan upaya Partai Demokrat untuk memperkenalkan Agus. (Baca: Demokrat Persiapkan AHY Maju di Pilpres 2019? (Bag. 1))

Namun, tak dapat dipungkiri hal itu untuk mengampanyekan Agus sebagai capres pada Pilpres 2019. Apalagi jika dikaitkan dengan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Demokrat di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), 9 Mei 2019 yang ingin kader partai diusung. Suara dari daerah berharap Agus ikut maju bersaing.

Spanduk AHY di beberapa daerah.

Wakil Sekjen DPP Demokrat Putu Supadma Rudana tak menampik keinginan kader agar Agus maju ke Pilpres 2019. Menurut Putu, Agus merupakan anak muda yang berpengalaman di militer.

“AHY sosok pemimpin yang cerdas dan masih muda. Dia sudah digembleng menjadi pemimpin sejak di Akademi Militer. Bahkan, sudah 16 tahun di militer dan selalu menduduki posisi pimpinan,” kata Putu kepada sebuah media online, Selasa (30/5/2017).

Putu menilai sosok Agus itu tak memiliki catatan apa pun jika dikaitkan dengan Pilpres 2019. Ia mengibaratkan Agus sebagai figur bersih yang tak punya catatan negatif.

“Sosok AHY ibarat kain putih yang belum ternoda. Bagi kami di Demokrat, syarat pemimpin itu adalah bersih dan belum pernah ternoda,” tuturnya.

Jika Partai Demokrat mengusung Agus pada Pilpres 2019 mendatang, mampukah suami Annisa Pohan ini berprestasi seperti ayahnya? Seperti diketahui pada Demokrat mengusung SBY pada Pilpres 2004, yang merupakan pilpres pertama yang dipilih langsung oleh rakyat. Saat itu SBY yang berduet dengan politisi Golkar secara mengejutkan mengalahkan Presiden petahana Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi.

Pada Pilpres 2009 Demokrat kembali mengusung SBY. Kali ini SBY menggandeng mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono. SBY-Boediono secara gemilang menaklukkan Megawati-Prabowo Subianto.

Pada Pilpres 2014 Demokrat absen mengusung capres dan cawapres. Demokrat bersikap netral. Dalam Pilpres 2014 Joko Widodo (Jokowi) yang berduet dengan JK menang melawan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Jokowi-JK diusung PDI-P, Nasdem, Hanura, dan PKB. Sedangkan Prabowo-Hatta diusung Gerindra, PAN, PKS, dan PPP. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.