Rabu, 26 Februari 20

Demokrat: Kasus Jiwasraya Tak Cukup Diselesaikan Lewat Panja

Demokrat: Kasus Jiwasraya Tak Cukup Diselesaikan Lewat Panja
* Logo PT Asuransi Jiwasraya. (Foto: FB Jiwasraya)

Jakarta, Obsessionnews.com – DPR sepakat untuk membentuk panitia kerja (panja) guna menyelesaikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Namun, bagi Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik hal itu tidak cukup.

Menurutnya, untuk menangani skandal Jiwasraya, Rachland mengatakan kasus itu harus ditangani dengan panitia khusus (Pansus).

 

Baca juga:

Ini Barang Bukti yang Disita Kejagung dari Rumah Salah Satu Tersangka Jiwasraya

Kejagung Tetapkan 5 Tersangka Kasus Jiwasraya

Tiga saksi Jiwasraya Hadir Penuhi Panggilan Kejagung

 

“Tak seperti Pansus, Panja DPR tak memiliki kekuatan kewenangan angket, interpelasi, dan menyatakan pendapat,” kata Rachland melalui pesan singkat, Senin (20/1/2020).

Menurut Rachland, skandal Jiwasraya yang ditaksir merugikan negara Rp 13,7 triliun itu memerlukan kewenangan pansus DPR. Sebab, Pansus bisa mengungkap kasus ini lebih dalam. Apalagi, kata dia, publik juga memerlukan penjelasan komprehensif tentang kasus tersebut.

“Apa duduk perkaranya, kapan kejadiannya, siapa dan kenapa harus bertanggung jawab,” ujar Rachpand.

Karena itu, kata Rachland, pengusutan komprehensif ini penting agar keadilan ditegakkan dan skandal serupa tak terulang di masa mendatang. Ia pun berkukuh pembentukan panja saja kurang maksimal.

Rachland mengkhawatirkan pencarian keadilan akan terhambat karena DPR kurang maksimal. Pembentukan panja diyakini kurang maksimal.

“Bila pembentukan panja menghalangi kewenangan maksimum DPR untuk membongkar skandal Jiwasraya, maka panja sama sekali menghalangi pencari keadilan,” ujar dia.

Demokrat berkukuh DPR harus membentuk pansus untuk mengusut kasus gagal bayar JS Saving Plan di Jiwasraya. Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahkan disebut tak “happy” lantaran kasus itu ditarik ke 2006, ketika SBY menjabat presiden. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.