Rabu, 8 April 20

Demo Tolak Kenaikan BBM dan Pajak Terus Bergolak di Perancis

Demo Tolak Kenaikan BBM dan Pajak Terus Bergolak di Perancis
* Para pengunjuk rasa berhasil bergerak menjauh dari titik kumpul mereka sekitar Champs-Elysées. (BBC)

Aksi demo rakyat besar-besaran menolak kebijakan rezim Perancis yang menaikkan pajak dan harga bahan bakar minyak (BBM) terus bergolak.
Unjukrasa merembet menuntut kenaikan upah, penurunan pajak, pensiun yang lebih baik, persyaratan lebih mudah untuk masuk universitas, dan bahkan pengunduran diri presiden.

Hingga akhir pekan keempat, Perancis dilanda protes anti-pemerintah yang ditandai bentrokan kekerasan dan gas air mata.

Ratusan orang ditangkap. Lebih dari 200 orang orang telah ditahan di Paris yang dijaga sekitar 8.000 petugas dan 12 kendaraan lapis baja.

Hampir 90.000 personel keamanan dikerahkan menjaga keamanan di seantero negeri.

Pemerintah menyatakan mereka akan memberlakukan ‘toleransi nol’ terhadap kekerasan.

Gerakan ‘rompi kuning’ itu awalnya menentang kenaikan pajak dan bahan bakar minyak (BBM) tetapi sejumlah menteri mengatakan gerakan itu telah dibajak oleh para pengunjuk rasa dengan ideologi kekerasan.

Pekan lalu, ratusan orang ditangkap dan puluhan terluka dalam bentrokan di Paris – yang beberapa di antaranya merupakan bentrokan jalanan terburuk di ibukota Prancis selama beberapa dekade.

Sekitar 5.000 orang berkumpul di Champs-Elysées namun segera dihadang barikade polisi ketika mereka bergerak.

Terjadi sejumlah bentrokan, ditandai dengan gas air mata yang dilontarkan polisi ke arah pengunjuk rasa di pinggir jalan ketika ketegangan memuncak.

Gas air mata itu diyakini dari jenis phosgene, jauh lebih kuat dari zat yang digunakan sebelumnya.

Jurnalis Le Monde, Aline Leclerc, mencuit(dalam bahasa Prancis) bahwa jumlah pengunjuk rasa lebih sedikit dibanding sebelumnya, dan bahwa polisi menggeledah tas mereka dan menyita barang-barang seperti helm dan kacamata pelindung.

Dia mengatakan para demonstran kebanyakan laki-laki berusia antara 20 dan 40 tahun, sementara perempuan dan pria yang lebih tua tampaknya menahan diri untuk tidak terlibat dalam kemungkinan bentrokan kekerasan.

Wartawan BBC Hugh Schofield, di Champs-Elysées, mengatakan pengunjuk rasa mengaku masker mereka, yang digunakan sebagai pelindung terhadap gas air mata, juga disita oleh polisi.

Polisi mengatakan setidaknya lebih dari 200 orang telah ditahan di stasiun kereta api dan di jalan-jalan, dengan lebih dari 350 orang dicegat untuk diperiksa identitas.

Menurut laporan BBC di Paris, selama beberapa minggu terakhir, gerakan media sosial itu telah bermetamorfosis dari protes atas harga bahan bakar diesel ke berbagai kepentingan dan tuntutan dengan spektrum luas -tanpa kepemimpinan.

Tujuan utamanya, menyoroti frustrasi atas ekonomi dan ketidakpercayaan politik dari keluarga-keluarga pekerja miskin. Dan isu ini masih memiliki dukungan luas, kata wartawan BBC.

Apa tindakan pemerintah?
Pemerintah mengatakan akan membatalkan kenaikan pajak bahan bakar dan tidak akan menaikkan harga listrik dan harga untuk 2019.

Masalahnya adalah bahwa unjuk rasa ini telah merembet ke berbagai masalah lain.
Memberikan konsesi di beberapa isu mungkin tidak berarti menenangkan semua pengunjuk rasa. Sebagian menuntut kenaikan upah, penurunan pajak, pensiun yang lebih baik, persyaratan lebih mudah untuk masuk universitas, dan bahkan pengunduran diri presiden.

Kini bahkan ada yang menyebut Macron sebagai ‘presiden bagi orang-orang kaya saja. (BBC)

Sumber: bbc.com

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.