Senin, 29 November 21

Demo Menpora-BOPI, Aremania Sepakbola di Jalan, Kota Malang Ditutup!

Demo Menpora-BOPI, Aremania Sepakbola di Jalan, Kota Malang Ditutup!
* Aksi demo Aremania memrotes Menpora dan BOPI. (Bolanasional)

Malang, Obsessionnews – Nampaknya, pada hari Minggu (26/4/2015) siang, masyarakat Kota Malang harus bercengraman di rumah, karena tidak bisa keluar berkendaraan di jalan di seluruh Kota yang terkenal ‘bakwan’-nya itu.

Pasalnya, seluruh jalan tertutup total oleh pendukung klub sepakbola Arema alias Aremania yang memperagakan sepakbola di jalan sebagai aksi memrotes Menpora dan BOPI. Jalan dari arah Lawan, Panjen, Batu dan lainnya ke Malang ditutup aksi demo sepak bola di jalan yang dimulai pukul 11.00 WIB.

“Ini karena Arema disuruh main di jalan dan Aremania buktikan itu. Nyawa kami, jiwa kami, harta kami untuk Arema,” teriak para pendemo di jalanan, Minggu siang hari ini. “Arema patuh aturan! Arema keras! Arena Damai!” seru mereka.

Aksi besar besaran Aremania sebagai bentuk kekecewaan pada Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) yang membekukan Kelompok suporter fanatik klub Arema itu bergerak dan memacetkan Kota Malang dengan mengadakan aksi sepakbola jalanan di sepanjang Kota Malang. Aksi blokir jalan ini untuk menggelar sepakbola jalanan.

Aksi Aremania ini sudah diumumkan sebelumnya pada Sabtu (25/4). “Besok urungkan liburan yang ke arah Malang karena akan digelar sepakbola jalanan. Jalanan Malang akan ditutup total dari Lawang kepanjen dan Batu. Semua jalanan akan dilakukan sepakbola jalanan. Karena ini permintaan dari pemerintah bahwa Arema tidak boleh main di Lapangan. Arema disuruh main di jalan dan Aremania akan buktikan itu. Salam 1 Jiwa Arema.” Demikian bunyi himbauan dan selebaran yang beredar di dunia maya dan dijalanan.

“Sekali lagi kami memohon maaf pada para pengguna jalan, tapi beginilah kami, inilah cara kami, inilah bentuk protes kami kepada Bapak Menpora,” tutur Yuli Sumpil.

Aksi sepakbola jalanan ini merupakan buntut dicekalnya Arema oleh Menpora sehingga tidak bisa berkompetisi. Dalam aksi ini, trio pelatih Arema, Suharno, Joko Susilo, dan Kuncoro sempat ikut bermain bola bersama Aremania di jalanan.

“Kami kecewa, antusiasme suporter sudah ada, tapi pertandingan lawan PBR dibatalkan, ya jangan salahkan kami jika mengundang Arema bermain di jalan, ini kan maunya Bapak Menpora dan BOPI,” paparnya.

Aremania-

Pelatih Arema Cronus, Suharno mengaku salut dengan aksi Sepakbola Jalanan yang dilakukan para suporter pendukung klub Arema yang sering kita kenal dengan Aremania. Aksi besar-besaran kelompok suporter fanatik klub Arema itu merupakan bentuk kekecewaan pada Menpora, Imam Nahrawi dan BOPI karena dinilai mengancam eksistensi klub pujaan mereka ini.

Suharno pun mengaku aksinya ini sebagai bentuk keprihatinan pada kondisi sepakbola Indonesia. “Kami prihatin dengan kondisi sepakbola Indonesia yang tidak menentu. Kami juga hanya ingin memenuhi undangan dari Aremania untuk ikut turun ke jalan,” tandas Pelatih Arema Cronus.

Aremania sebagai pendukung klub Arema Cronus memprotes Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang tidak merekomendasikan Arema Cronus dan Persebaya dalam kompetisi Liga Super Indonesia atau Qatar National Bank (QNB) League 2015. “BOPI dan Menpora menyakiti warga Malang. Haram hukumnya masuk Malang,” kata salah seorang Aremania dalam orasinya.

Dalam sejumlah poster dan spanduk yang dipasang mereka juga mengecam BOPI dan Menpora Imam Nahrawi. Mereka menuntut agar Arema Cronus bisa berlaga dalam QNB League. “FIFA telah memutuskan Arema bisa berlaga tetapi BOPI dan Menpora tetap menolak,” kata salah seorang Aremania, Yuli Sumpil sembari menuntut Menpora mundur karena dinilai tidak becus menagani olahraga di Indonesia. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.