Selasa, 15 Oktober 19

Demo Hong Kong Lecehkan Bendera China

Demo Hong Kong Lecehkan Bendera China
* Bendera China dilecehkan dan dilemparkan ke sungai Shing Mun. (BBC)

Aksi demonstrasi massa ‘Anti China’ di Hong Kong telah berlangsung selama empat bulan ini. Sejumlah pegiat di Hong Kong melecehkan bendera China dan merusak pusat perbelanjaan dalam unjuk rasa anti kebijakan pemerintah pro China.

Eskalator dan panel kaca di New Town Plaza, Sha Tin, menjadi sasaran pengunjuk rasa. Polisi telah menutup pusat perbelanjaan tersebut dan menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa yang melempar batu bata.

Polisi sebelumnya mencegah kerusuhan besar di sistem kereta bandara. Aksi protes ini dipicu oleh rancangan undang-undang ekstradisi yang sekarang sudah dibatalkan, tapi berkembang menjadi kampanye pro-demokrasi yang lebih luas.

Isu-isu seperti hak pilih universal, tuntutan akan penyelidikan terhadap tindakan polisi, dan dugaan keterlibatan geng dalam melawan unjuk rasa telah mengemuka.

Demonstrasi tersebut, yang dilakukan sebagian besar oleh kaum muda, awalnya berlangsung damai tetapi menjadi semakin keras.

Kerusuhan ini telah menjadi tantangan terbesar bagi pemerintahan Cina sejak kedaulatan Hong Kong dikembalikan oleh Inggris pada tahun 1997.

Hong Kong adalah bagian dari China, tapi menikmati “kebebasan khusus”. Status istimewa itu dijadwalkan untuk berakhir pada 2047, dan banyak warga di Hong Kong tidak ingin wilayah tersebut “menjadi seperti kota-kota lain di China”.

Unjuk rasa tanpa izin di New Town Plaza awalnya berlangsung dalam skala kecil dan damai. Rekaman video kemudian menunjukkan bendera China diinjak-injak oleh pengunjuk rasa sebelum dibawa dan dibuang ke sungai.

Para demonstran yang mengenakan topeng memecahkan peta informasi yang terbuat dari kaca menggunakan tabung pemadam kebakaran, lalu menyemprotkan air dan melemparkan tempat sampah ke eskalator. Toko-toko yang pro-China daratan dilaporkan menjadi sasaran.

Polisi anti huru-hara menutup mal dan stasiun kereta yang terhubung dengannya di Sha Tin, sebuah kawasan yang terletak di bagian utara Pulau Hong Kong. Di luar mal, para pengunjuk rasa mulai membongkar batu bata trotoar dan melemparkannya ke polisi, yang membalasnya dengan tembakan gas air mata.

Sebuah barikade dibakar di tempat lain di Sha Tin. Pusat perbelanjaan mewah Elements di Kowloon juga ditutup seiring polisi berhadapan dengan pengunjuk rasa, lansir surat kabar South China Morning Post. (*/BBC News Indonesia}

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.