Minggu, 26 Januari 20

Demo di Hong Kong Makin Mengganas, Sekolah dan Kampus Ditutup

Demo di Hong Kong Makin Mengganas, Sekolah dan Kampus Ditutup
* demonstrasi di Hong berlanjut. (hongkongfp)Saat Demo Terus Berlanjut, Hong Kong Liburkan sekolah dan universitas. (Pengunjuk rasa Hong Kong menghentikan transportasi. (.hongkongfp)

Meski sudah berlangsung beberapa bulan, aksi demonstrasi ‘anti China’ di Hong Kong semakin mengganas terjadi bentrok aksi massa dengan polisi. Akibatnya, sekolah dan universitas ditutup karena alasan keamanan.

Bentrokan terjadi di Chinese University of Hong Kong. Di sana polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan mahasiswa.

Pada hari Senin, Hong Kong mengalami eskalasi kekerasan ketika polisi menembak perut seorang aktivis. Pada hari yang sama, seorang pria dibakar pengunjuk rasa antipemerintah.

Polisi pada hari Selasa mengatakan mereka memperlakukan luka bakar tersebut sebagai usaha untuk membunuh, tetapi sampai sejauh ini tidak seorangpun ditangkap.

Sejumlah sekolah dan universitas di Hong Kong ditutup pada Selasa (12/11), karena muncul kekhawatiran keamanan sementara unjuk rasa terus terjadi di wilayah tersebut.

Sejumlah jalur kereta ditutup untuk sementara, atau terjadi keterlambatan karena polisi memeriksa penumpang dan terjadinya antrean panjang di stasiun.

Puluhan sekolah setempat dan internasional di Hong Kong menyatakan mereka menutup sekolah pada hari Selasa. Sebagian orang tua menerima pesan pendek dari pihak sekolah karena sekolah mengkhawatirkan kondisi keamanan.

Salah satu sekolah itu, English Schools Foundation menyatakan “karena kekhawatiran kami terkait keamanan siswa dan staf, semua kelas ESF ditutup sementara hari ini. Para siswa seharusnya tidak datang ke sekolah”.

Sekolah dasar setempat menyatakan mereka akan menutup sekolah karena “konflik serius di sekitar sekolah” dan memperingatkan sekolah dapat terkena dampak karena penggunaan gas air mata.

Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan meskipun terjadi kerusuhan, tidak ada kebijakan resmi untuk menutup seluruh sekolah.

Bentrokan di sekolah
Polisi menembakkan gas air mata di City University hari Selasa pagi dan terjadi bentrokan antara mahasiswa dan polisi sepanjang hari. Polisi terus menggunakan gas air mata untuk membubarkan pengunjuk rasa.

Mahasiswa membuat penghambat jalan di dan sekitar kampus agar polisi tidak dapat masuk. Sebuah kendaraan yang dipakai sebagai penghalang jalan dibakar.

Mahasiswa Hong Kong Polytechnic juga berusaha mengganggu lalu lintas di dekat kampus mereka.

Pada pagi hari, layanan kereta dihentikan sementara dan penutupan jalan menyebabkan kemacetan panjang saat jam sibuk.

Di siang hari, pengunjuk rasa pindah ke pusat perdagangan untuk melakukan demontrasi.

Aksi Sehari Kacaukan Kota
Pengunjuk rasa menyatakan diadakannya aksi satu hari untuk mengacaukan seluruh kota. Pada pagi hari seorang demonstran ditembak dari jarak dekat oleh polisi di dekat perintang jalan yang dibuat para pegiat.

Di tempat lain, seorang pria disiram bahan kimia mudah terbakar dan disulut pengunjuk rasa antipemerintah setelah sempat berdebat sebelumnya.

Keduanya dilarikan ke rumas sakit dalam keadaan serius, sementara kondisi pegiat yang ditembak pada hari Selasa sudah agak membaik.

Bentrokan terjadi di seluruh Hong Kong dan polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet ke arah pengunjuk rasa.

Di Chinese University, polisi menembakkan peluru karet karena pengunjuk rasa melempar batu bata, sementara di Hong Kong Polytechnic polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstrasi.

Lebih dari 260 orang ditangkap pada hari Senin, kata polisi, sehingga jumlah orang ditangkap telah mencapai 3.000 orang sejak unjuk rasa mulai terjadi di bulan Juni.

Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam dalam konferensi menyatakan para demonstran sebagai musuh rakyat.

Sementara itu AS menyatakan “kekhawatiran mendalam” terkait keadaan di Hong Kong dengan mengutuk “kekerasan yang dilakukan semua pihak” dan mendesak mereka untuk menahan diri.

Mengapa protes di Hong Kong?
Hong Kong adalah bagian dari China tetapi bekas jajahan Inggris ini memiliki sejumlah otonomi dan penduduknya juga memiliki lebih banyak hak dibandingkan warga China.

Protes yang mulai terjadi pada bulan Juni dilakukan untuk menentang rancangan undang-undang ekstradisi ke China – sejumlah pihak mengkhawatirkan tindakan ini akan menghambat kebebasan di kota itu.

RUU telah ditarik pada bulan September tetapi unjuk rasa terus berlanjut dan sekarang muncul desakan bagi adanya demokrasi penuh dan penyelidikan terhadap aksi polisi.

Bentrokan antara polisi dan pegiat semakin sering diwarnai kekerasan dan pada bulan Oktober kota tersebut melarang pemakaian topeng wajah.

Mencekam
Situasi Hong Kong makin mencekam, Senin (11/11/2019). Unjuk rasa yang terus terjadi membuat pusat keuangan global itu luluh lantak. Kekerasan pun makin meningkat di kota bekas koloni Inggris ini. Bukan hanya antara aparat dan pendemo tetapi juga antara warga dan pendemo.

Sebagaimana dikabarkan AFP, seorang perwira polisi di Hong Kong terekam menembaki pendemo yang mengenakan topeng dengan pistol. Penembakan itu dilakukan dari jarak yang sangat dekat, di sebuah distrik di Sai Wan Ho.

Polisi tersebut terlihat tengah adu lengan dengan seorang pria pendemo ketika pendemo lain yang bertopeng muncul. Saat pria itu mencoba mendekat, tiba-tiba korban langsung ambruk ke tanah karena tertembak polisi.

Beberapa jam setelahnya, beredar video kekerasan lain terkait seorang pria yang dikabarkan dibakar hidup-hidup oleh pengunjuk rasa. Kejadian ini terjadi di stasiun kereta bawah tanah Ma On Shan di New Territories.

Dalam rekaman yang dimuat CNN International, kejadian ini berawal dari adu mulut antara pria tersebut dan pendemo. Para pendemo terlihat meneriakkan kata-kata yang mengusir pria paruh baya tersebut untuk kembali ke China daratan.

Korban pun mencoba membalas pendemo dengan mengatakan “kalian semua bukan orang China”. Setelahnya ia pun dikeroyok, disiram dengan cairan yang mudah terbakar dan disulut api.

Kini demonstran yang ditembak polisi dan pria yang terbakar oleh demonstran tengah dirawat di rumah sakit setempat. Keduanya dikabarkan dalam kondisi kritis.

Demonstrasi di Hong Kong sudah terjadi lima bulan. Akibat demo, kota ini kini berada dalam resesi karena pertumbuhan ekonomi dua kuartalan bertutur-turut yang negatif dalam satu tahun.

Pada tiga bulan ketiga tahun ini, perekonomian Hong Kong diketahui membukukan kontraksi sebesar 3,2% secara kuartalan (quarter-on-quarter/QoQ). Pada kuartal II-2019 perekonomian Hong Kong sudah terkontraksi sebesar 0,4%.

Sementara itu, pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan kekerasan yang terus mengguncang bekas koloni Inggris itu, sudah melampaui tuntutan para demonstran. “Demonstran sudah menjadi musuh rakyat,” tulis Reuters mengutip Lam. (*/BBC/CNBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.