Rabu, 5 Oktober 22

Demo di AS Terus Berlanjut, Aktivis Serukan Jutaan Massa Turun ke Jalan!

Demo di AS Terus Berlanjut, Aktivis Serukan Jutaan Massa Turun ke Jalan!
* Aksi demo George Floyd di Amerika

Pengunjuk rasa di Amerika Serikat telah merencanakan untuk turun ke jalan-jalan nasional lagi akhir pekan ini dengan panggilan di media sosial sebanyak satu juta demonstran berkumpul di Washington, di tengah tuntutan yang terus menerus untuk reformasi sistem peradilan Amerika Serikat yang dipicu kematian George Floyd.

Demonstrasi luas melanda berbagai kota di Amerika sebagai buntut dari perilaku rasis dan kekerasan terstruktur polisi negara ini terhadap warga kulit hitam, di mana korban terbaru adalah George Floyd yang tewas pada 25 Mei 2020 di Minneapolis.

Sekitar 13 persen dari penduduk Amerika adalah warga kulit hitam, namun hak-hak mendasar mereka tidak terpenuhi. Mereka tidak mendapat banyak manfaat dari kekayaan, pendidikan, dan kemakmuran di masyarakat Amerika. Mereka sering menjadi korban kekerasan akibat perilaku rasis.

Diskriminasi rasial dan rasisme selalu menjadi ciri utama masyarakat Amerika, dan warga kulit hitam selalu menjadi sasaran perbudakan, pelecehan yang meluas, pembunuhan, dan kekerasan tanpa batas sepanjang tiga abad sejarah Amerika.

Sebagian kota seperti Seattle telah keluar dari kontrol pemerintah dan dikuasai oleh para demonstran yang memrotes kekerasan polisi dan sistem rasialis di Amerika Serikat.

Ada beberapa tanda bahwa kemarahan atas kematian Floyd membuat perlakukan polisi terhadap orang kulit hitam Amerika berkurang. Tapi para pemrotes masih tetap dengan tuntutannya agar sistem rasis dihilangkan dari negara ini.

Aksi demo George Floyd di Amerika

Protes di Seluruh AS Berlanjut dengan Kekuatan Penuh
Ribuan orang melakukan protes di seluruh Amerika Serikat untuk menuntut keadilan bagi korban kebrutalan polisi.

Hampir dua minggu setelah pembunuhan George Floyd, protes di seluruh Amerika Serikat terus berlanjut dengan kekuatan penuh.

Para demonstran Amerika setelah beberapa hari terlibat bentrokan dengan polisi di wilayah Capitol Hill, Seattle, akhirnya mengosongkan kota ini, dan menduduki sebagian wilayah di sekitarnya. Para demonstran sudah mengumumkan daerah ini sebagai zona otonom.

Kepada stasiun televisi Fox News, Trump menjelaskan, jika Gubernur Washington, Jay Inslee tidak melakukan apapun untuk membebaskan zona otonom di Seattle, maka saya sendiri yang akan membebaskannya.

Demonstrasi luas melanda berbagai kota di Amerika sebagai buntut dari perilaku rasis dan kekerasan terstruktur polisi negara ini terhadap warga kulit hitam, di mana korban terbaru adalah George Floyd yang tewas pada tanggal 25 Mei 2020 di Minneapolis.

Sekitar 13 persen dari penduduk Amerika adalah warga kulit hitam, namun hak-hak mendasar mereka tidak terpenuhi. Mereka tidak mendapat banyak manfaat dari kekayaan, pendidikan, dan kemakmuran di masyarakat Amerika. Mereka sering menjadi korban kekerasan akibat perilaku rasis.

Diskriminasi rasial dan rasisme selalu menjadi ciri utama masyarakat Amerika, dan warga kulit hitam selalu menjadi sasaran perbudakan, pelecehan yang meluas, pembunuhan, dan kekerasan tanpa batas sepanjang tiga abad sejarah Amerika. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.