Kamis, 7 Juli 22

Demo BBM dan Pajak Naik Makin Goyang Rezim Prancis

Demo BBM dan Pajak Naik Makin Goyang Rezim Prancis
* Gerakan Rompi Kuning diikuti beragam kalangan, termasuk kelompok pendukung Presiden Macron. (BBC)

Aksi massa demo menolak harga bahan bakar minyak (BBM) dan kenaikan pajak di Prancis semakin membesar dan menggoyang rezim Prancis.

Kemendagri Perancis mengumumkan, sedikitnya 75.000 orang ikut ambil bagian dalam demonstrasi “Rompi Kuning” di negara itu. Aksi unjuk rasa itu hingga kini telah menyebabkan 190 kebakaran dan 6 gedung terbakar.

Jubir pemerintah Perancis menambahkan, pemerintah harus menyusun rencana terkait langkah-langkah apa yang dapat dilakukan sehingga kejadian semacam ini tidak terulang.

Juru bicara pemerintah Perancis mengumumkan, perdana menteri dan menteri dalam negeri akan membicarakan kemungkinan penerapan situasi darurat guna mencegah terulangnya instabilitas di negara itu.

Kantor berita Reuters (2/12/2018) melaporkan, Jubir pemerintah Perancis, Benjamin Griveaux menuturkan, perdana menteri Édouard Philippe dan menteri dalam negeri, Christophe Castaner akan membicarakan seluruh opsi dalam rapat yang digelar hari ini, Minggu (2/12).

demonstrasi di Perancis

Seebelumnya, bentrokan antara ribuan pengunjuk rasa dan pasukan kepolisian di Paris, Prancis, terjadi Sabtu (24/11), dalam demonstrasi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak.

Namun kekisruhan itu dinilai juga dipicu isu lain seperti pajak dan biaya hidup masyarakat yang terus meningkat. “Orang-orang yang menyerang polisi sangatlah memalukan,” kata Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melalui akun Twitternya.

Macron menambahkan, “Tak ada tempat untuk kekerasan di republik ini.” Kerusuhan besar di Paris terjadi di Champs-Elysées. Setidaknya lima ribu polisi diturunkan untuk mengawal para pengunjuk rasa yang mengenakan rompi kuning.

Polisi memasang pembatas berbahan logam di Champs-Élysées untuk mencegah demonstran mendekat ke objek vital seperti kantor kepresidenan dan gedung parlemen. Namun Juru Bicara Gerakan Rompi Kuning, Laetitia Dewalle, menegaskan mereka menggelar unjuk rasa damai.

“Kami berada di sini bukan untuk bertikai dengan polisi. Kami hanya ingin pemerintah mendengarkan keinginan kami,” kata Dewalle kepada kantor berita AFP.

Bagaimanapun, sejumlah pengunjuk rasa terlihat menerobos barisan polisi. Sebagian dari demonstran menyalakan suar dan merusak rambu-rambu lalu lintas.

Terlihat pula beberapa pengunjuk rasa yang mengambil batu trotoar dan melemparkannya ke barisan polisi. Mereka juga meneriakkan slogan-slogan anti-Macron. Kericuhan itu berlangsung sejak pagi hingga petang dan berakhir saat kepolisian mengosongkan kawasan Champs-Élysées. (ParsToday/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.