Sabtu, 4 Desember 21

Demo 4 November Tuntut Ahok Dipenjara

Demo 4 November Tuntut Ahok Dipenjara
* Demo menuntut Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dipenjara karena menista agama Islam di Jakarta, Jumat (14/10/2016). (Foto: Edwin B/Obsessionnews.com).

Jakarta, Obsessionnews.com –  Rencana massa dari berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam akan berdemonstrasi di depan Istana Presiden pada Jumat (4/10/2016) menyita perhatian masyarakat. Unjuk rasa tersebut menuntut aparat penegak hukum menangkap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dinilai menghina agama Islam, Al Quran, dan ulama.

Sebelumnya pada Jumat (14/10) Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam lainnya menggelar demonstrasi di Balai Kota DKI dan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan tuntutan yang sama. Namun, karena hingga detik ini Polri belum menangkap Ahok, maka mereka akan kembali beraksi pada 4 November. Sasarannya kali ini adalah Istana Presiden. Mereka mendesak Presiden Jokowi turun tangan. Sejumlah pihak, termasuk Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab menuding Jokowi melindungi Ahok.

Berita tentang demo 4 November tersebut menjadi trending topic di mesin pencari Google. Pengamatan Obsessionnews.com di Google Trends pada Senin (31/10) hingga pukul 08.00 WIB berita itu dicari lebih dari 10.000 kali.

Ahok yang non muslim membuat umat Islam marah ketika ia menyinggung soal Al Quran surat Al Maidah ayat 51 dalam sebuah acara di Kepulauan Seribu, Selasa, 27 September 2016. Ketika itu calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 itu antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..”

https://www.youtube.com/watch?v=MchL1Lip2q8

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam pernyataan sikapnya yang diteken Ketua Umum Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas pada Selasa (11/10), menyebut perkataan Ahok dikategorikan menghina Al-Quran dan menghina ulama yang berkonsekuensi hukum.

Sebelumnya Ahok meminta maaf kepada umat Islam. “Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10).

Pengamat politik dari Universitas Presiden, Muhammad AS Hikam, menganalisis publik di Jakarta cenderung terbelah dalam dua kutub yang berlawanan. Kutub pertama berpandangan gerakan tersebut bisa bergulir dan berujung kepada showdown atau petikaian antara umat Islam dan pemerintah. Sedangkan kutub kedua mengatakan, gerakan tersebut adalah ekspresi kemarahan umat Islam terhadap Ahok yang dituding telah melakukan penistaan terhadap Al-Qur’an dan Islam. Aksi demo itu adalah tekanan politik massa kepada aparat penegak hukum, khususnya Polri, agar mempercepat proses hukum terhadap Ahok.

Menurut kutub pertama, indikasi kegiatan itu bukan hanya sekadar tertuju kepada upaya menuntut Ahok. Tetapi, gerakan tersebut juga di-setting sebagai sebuah gerakan massa dengan kasus Ahok sebagai target antara. Jika sukses akan diperlebar dengan tujuan akhir menjatuhkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Eskalasi gerakan protes anti Ahok dengan demikian diperkirakan meluas sebagai cipta kondisi anarkis dan instabilitas sosial politik yang mengikuti model jalan menuju Suriah: kekerasan dan destruksi sosial dengan melaui konflik umat beragama untuk merebut kekuasaan politik. Itu sebabnya demo anti Ahok bukan hanya terbatas di Jakarta saja, tetapi juga di wilayah Indonesia.

Demo 4 November, menurut pandangan kutub peretama, tidak akan mereda seandainya pihak Polri merespons dengan mempercepat proses hukum kasus Ahok. Bahkan seandainya Ahok mundur atau dipenjara sekalipun! Sebab showdown terakhir adalah vis-a-vis Istana Presiden.

Jadi demo  anti Ahok tersebut adalah rentetan dari gerakan politik yang ada miripnya dengan apa yang pernah terjadi sebelumnya di republik ini untuk menjatuhkan Bung Karno, Soeharto, dan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Yang kini menjadi inti gerakan adalah kelompok Islam garis keras dengan didukung oleh kekuatan- kekuatan politik dan kepentingan yang ingin menjatuhkan Jokowi.

Sementara itu pandangan kedua mengatakan, gerakan demo anti Ahok adalah tekanan agar Polri segera memproses Ahok dan menangkap serta menghukumnya. Berikutnya demo-demo tersebut juga merupakan tekanan politik terhadap Jokowi yang dianggap telah mengintervensi dan terkesan melindungi Ahok. Karena itu, demo tersebut bukan sebuah gerakan politik atau sosial yang bernuansa primordial, anti-non muslim, atau anti Jokowi. Jika Polri dan Jokowi memenuhi tuntutan mempercepat proses hukum dan mengadili serta menghukum Ahok, maka akan selesai. Tujuan paling utama adalah Ahok tidak menjadi cagub dan masuk bui.

Demo 4 November, dalam pandangan ini, merupakan solidaritas umat Islam yang merasa dinistakan oleh Ahok. Sehingga jika muncul aksi sama melampaui wilayah DKI, maka hal itu adalah cerminan solidaritas umat saja.

Implikasi kekacauan sosial dan instabilitas politik yang bisa terjadi adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab Polri dan Jokowi. Bukan aksi demo atau kelompok yang melakukannya. Alasannya, kerusuhan hanya akan terjadi jika aparat dan pemerintah bertindak tidak adil, bukan karena keinginan pihak pendemo!

Menurut Hikam, di antara dua skenario tersebut pandangan pertama perlu dicermati. Karena bila hal itu yang terjadi, implikasinya yang akan sangat serius bagi kehidupan politik dan keutuhan bangsa serta NKRI.

“Kendati demikian, saya kira probabilitas terjadinya showdown pada 4 November dan seterusnya, sangat kecil untuk tidak mengatakan nol. Alasan saya, belum ada kondisi krisis ekonomi dan sosial yang bisa menjadi wahana mendukung skenario armageddon politik tersebut,” kata Hikam seperti dikutip Obsessionnews.com dari laman Facebooknya, Sabtu (29/10).  (@arif_rhakim)

Baca Juga:

Survei KedaiKOPI: Hina Al Quran, Elektabilitas Ahok Turun

MUI Nyatakan Ahok Hina Al-Quran dan Ulama

Ahok Minta Maaf ‘Trending Topic’ di Google

Akhirnya, Ahok pun Minta Maaf!

Parmusi Akan Tuntut Ahok tentang Penistaan Agama Islam

Ahok, Surat Al Maidah 51 dan Kemarahan Umat Islam

Pentolan FPI Ingin Tangkap Ahok

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.