Minggu, 25 Oktober 20

Demi Kurangi Interaksi Nasabah, Bank Pemerintah Pangkas Jam Operasional

Demi Kurangi Interaksi Nasabah, Bank Pemerintah Pangkas Jam Operasional
* Pelayanan nasabah di salah satu bank pemerintah. (Foto: dok Liputan6)

Jakarta, Obsessionnews.con – Imbas dari wabah virus corona memaksa bank-bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memamgkas jam layanan operasional, sekaligus sebagai dukungan atas arahan pemerintah agar perusahaan mengurangi kegiatan operasional.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menyesuaikan jam layanan operasional menjadi pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat. Pada waktu normal jam layanan operasional BNI dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 waktu setempat.

“Penyesuaian waktu pelayanan ini kami berlakukan sebagai bentuk dukungan atas arahan pemerintah untuk memaksimalkan phisical distancing yaitu mengurangi lama waktu interaksi antara nasabah dengan petugas bank,” ujar Direktur Jaringan dan Layanan BNI Adi Sulistyowati dalam keterangannya, Senin (23/3/2020).

Meski demikian, Susi menekankan layanan nasabah BNI dan masyarakat tidak akan terganggu. Nasabah dapat memanfaatkan layanan e-channel seperti BNIDirect untuk perusahaan dan BNI Mobile Baking, BNI SMS Banking dan BNI Internet Banking untuk nasabah perorangan.

“Kami menghimbau nasabah agar menggunakan fasilitas transaksi elektronik yang kami miliki pada berbagai e-channel BNI,” tuturnya.

Selain BNI, Bank Mandiri juga memangkas jam operasional kantor menjadi pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat. Biasanya jam layanan operasional Bank Mandiri dimulai pukul 08.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rully Setiawan, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai bentuk komitmen perseroan dalam menjaga keselamatan dan kesehatan karyawan, nasabah, mitra kerja dan masyarakat umum dari penyebaran Covid-19.

“Kami juga mengalihkan operasional kantor cabang di wilayah Jakarta untuk mendukung upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran covid-19 melalui pengurangan operasional kantor. Informasi lebih lengkap tentang operasional cabang Bank Mandiri dapat di lihat di www.bankmandiri.co.id atau menghubungi layanan nasabah Bank Mandiri Call 14000,” kata Rully.

Melalui Mandiri Online, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi keuangan. Mulai dari transfer, pembayaran-pembayaran baik itu pajak, BPJS, telepon, kartu kredit, pembelian pulsa, token PLN, membuka rekening deposito dan transaksi lainnya.

Masyarakat saat ini juga sudah dapat memiliki rekening tabungan Bank Mandiri tanpa harus ke kantor cabang, yaitu melalui scan QR atau klik join.bankmandiri.co.id.

Bagi nasabah perusahaan juga dapat melakukan transaksi perbankan menggunakan Mandiri Cash Management, yang meliputi transfer dana maupun virtual account hingga ke sistem payroll.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga melakukan hal yang sama pada unit kerja yang berada di zona merah, yakni untuk layanan kas dimulai pukul 09.00 hingga 14.00 waktu setempat dan layanan nasabah pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat.

“Penyesuaian jadwal ini kami pastikan tidak akan mempengaruhi kualitas layanan BRI kepada masyarakat,” kata Corporate Secretary BRI Amam Sukriyanto.

Amam juga menambahkan, masyarakat juga dapat memanfaatkan call center BRI di 14017 atau 1500017 sebagai alternatif layanan BRI. Sebagai strategi untuk menghadapi kondisi sulit saat ini, BRI melalui sistem terpusat di Banking Command Center telah menyiapkan protokol Business Continuity Management.

Dalam hal mengelola operasionalnya, BRI juga telah melakukan pembagian WFH yang porsinya sudah mencapai 70% yang dapat bekerja dari rumah. Selain itu, split operation dan alternate site sebagai langkah mitigasi risiko operasional telah dipersiapkan dan diujicobakan.

Untuk meningkatkan proteksi dan perlindungan baik nasabah dan pekerja, BRI juga melakukan pengecekan suhu tubuh bagi setiap orang yang memasuki Kantor BRI. Upaya ini merupakan tanda kesiapan perusahaan dalam mengelola situasi krisis.

Tak ketinggalan, perusahaan juga menaruh perhatian terhadap kesehatan pekerja. Perusahaan memberikan vaksin kepada pekerja, memastikan higienitas tempat kerja dengan menyemprotkan disinfektan dan menyiapkan moda transportasi sebagai solusi transportasi pekerja yang aman.

“Ini semua upaya ini kami lakukan untuk memastikan BRI tetap dapat melayani masyarakat secara optimal,” papar Amam. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.