Senin, 30 November 20

Delay Lama, Lion Air Perlu Direview Menyeluruh

Delay Lama, Lion Air Perlu Direview Menyeluruh

Jakarta, Obsessionnews – Kasus terlantarnya ratusan calon penumpang maskapai penerbangan Lion Air akibat penundaan penerbangan atau delay sejak Rabu, (18/2/2015) lalu, beresiko mencoreng citra penerbangan Indonesia.

Menurut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Sofyan Djalil, sebagai salah satu maskapai penerbangan yang beroperasi di Indonesia maka secara otomatis Lion Air juga turut menjadi salah satu maskapai yang menyumbang citra transportasi dalam negeri.

“Ini pendapat saya ya, sebagai maskapai penerbangan itu adalah citra transportasi Indonesia,” ujar dia kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Jm’at (20/2/2015).

Untuk itu pihaknya berharap akan diadakan review secara menyeluruh terhadap maskapai berlambang singa yang selama ini sudah beberapa kali mengalami masalah delay.

“Saya kira perlu ada review secara menyeluruh. Terutama terkait bagaimana operasional low cost carier, Lion yang beberapa kali telah mengalami masalah yang sama,” tambah dia.

Dikatakan, jika keterlambatan itu hanya terjadi satu kali saja sebenarnya masih bisa di maklumi. Jika sampai dua kali, bisa disimpulkan ada masalah. Tetapi kalau sudah sampai tiga kali atau bahkan lebih berarti ada masalah fundamental dengan perusahaannya.

“Lion sudah beberapa kali telah mengalami masalah yang sama,” ujar dia.

Sebagaimana diketahun, sejak Kamis (19/2/2015) lalu ratusan calon penumpang Lion Air dari berbagai tujuan terpaksa menunda pemberangkatan tanpa ada kepastian yang jelas.

Menurut informasi yang diperoleh dari Obsessionnews.com, dampak dari ketidakjelasan tersebut akhirnya berhasil memancing emosi para calon penumpang untuk melakukan aksi “blokir” yang mengakibatkan beberapa pengunjung bandara lainnya mengalami kesulitan.

“Bandara lumpuh total, pintu – pintu masuk internasional juga diblokir dengan penumpang. Sepertinya ada gerakan terselubung semua pesawat disandra,” ujar salah satu pengunjung kepada Obsessionnews.com. (Kukuh Budiman)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.