Kamis, 13 Agustus 20

Dekan Salah Satu Perguruan Tinggi Terpapar Paham Radikal Negatif

Dekan Salah Satu Perguruan Tinggi Terpapar Paham Radikal Negatif
* Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius. Foto : Tribunnews.com

Sleman, Obsessionnews.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menyebut paham radikal negatif berupaya menyusup ke perguruan tinggi dan kalangan akademisi. Bahkan salah seorang dekan telah terpapar paham tersebut.

“Saya punya deputi, dari Kopassus, pernah satu kali saya ditelepon, ‘Pak bahaya ini Pak’. Saya tanya ada apa, (dijawab) ‘ada dekan sudah terpilih jadi rektor tinggal pelantikan’,” kata Suhardi ketika memberi kuliah umum kepada mahasiswa S2 UGM, di Grha Sabha Pramana UGM, Sleman, Selasa (25/9/2018).

Suhardi melanjutkan anak buahnya di BNPT itu menyebut dekan tersebut terafiliasi dengan kelompok teroris di Suriah. Awalnya tidak percaya dengan informasi tersebut, namun setelah dicek, Suhardi akhirnya percaya. Sang dekan yang tadinya mau dilantik sebagai rektor pun terpaksa dibatalkan.

“Saya bilang jangan main-main, jangan dzalimi orang, saya minta cek ulang, saya juga telepon Pak Nasir. Dicek betul ternyata, anaknya pun sudah mati di sana (di Suriah), saya telepon Pak Nasir, ‘Pak Nasir batalkan Pak pelantikan’, dibatalkan. Bayangkan susupannya sampai situ, jadi bukan mahasiswa saja disusupi,” imbuhnya. 

Suhardi lantas mengungkapkan sejumlah temuan BNPT dan fakta di lapangan yang menguatkan indikasi paham radikal negatif menyusup ke perguruan tinggi. Seperti kasus lain di Jawa Tengah di mana ada 5 mahasiswa yang memasang spanduk yang tulisannya mengandung unsur radikal negatif. 

“Saya telepon Kapolda (Jateng) minta periksa ulang, ini ada benih-benih nggak bener di republik ini, diperiksa ulang lima mahasiswa ini. Jadi tolong (mahasiswa) ingat kembali Sumpah Pemuda, perkuat karakter kebangsaan,” terangnya. 

Untuk itu, Suhardi meminta para mahasiswa untuk mengenal dan mengantisipasi penyebaran paham radikal negatif. Suhardi menegaskan BNPT bukan tanpa alasan jika ingin masuk ke dalam kampus. 

“Saya juga minta screening scholarship, jangan sampai membawa pulang ke Indonesia ajaran-ajaran menyimpang,” pungkasnya. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.