Rabu, 1 Desember 21

Dedi Mulyadi Ungkap Lawan Terberatnya di Pilkada Jabar

Dedi Mulyadi Ungkap Lawan Terberatnya di Pilkada Jabar
* Calo Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Purwakarta, Obsessionnews.com – Calon Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi mengakui untuk bisa memenangkan kontestasi Pilkada di Jabar memang tidak mudah. Bagian dalam Pilkada ini ada satu lawan terberat.

Dedi mengungkapkan, lawan terberat adalah dirinya sendiri, bukan orang lain. Ia terus melatih kemampuan agar bisa diterima melayani masyarakat Jabar, melalui berbagai rencana program yang langsung dirasakan oleh mereka.

“Lawan terberat saya itu bukan pasangan nomor satu, dua dan tiga di Pilgub Jabar ini. Tapi lawan terberat adalah diri kita sendiri, bagaimana visi kita diterima masyarakat dan bagaiman kita kerja keras untuk rakyat,” jelas Dedi kepada wartawan di kediamannya, Purwakarta, Jabar, Jumat (9/3/2018).

Dedi merasa bersyukur pernah mengalami kehidupan dalam keluarga yang ekonominya pas-pasan. Latar belakang itu membuat dirinya mengetahui kondisi ekonomi dan apa yang selama ini dibutuhkan masyarakat. Ia juga bersyukur dipercaya masyarakat untuk memimpin Purwakarta sebagai Bupati selama 10 tahun.

Berbekal pengalamannya itu, Dedi yakin mampu mengembangkan daerahnya maju dan bersaing dengan memadukan kebudayaan Sunda serta era modernisasi di beberapa sektor.

Seperti sistem layanan kesehatan online, ambulans 24 jam, sistem pendidikan berkarakter, pembukaan askes jalan cor di kampung terpencil, Taman Air Mancur berteknologi canggih yang mampu menyedot wisatawan lokal maupun asing.

“Selama ini memiliki ikatan ideologis yang sama dengan masyarakat di Jawa Barat. Misal, setiap warga yang ingin pemimpinnya orang kampung, mengerti dan pernah ngurus pertanian, bisa ngurus perikanan, dan memakai bahasanya sama dengan masyarakat Jabar, yaitu bahasa Sunda. Itu salah satu ikatan ideologis,” tambah dia.

Selama ini, ia tak menampikkan bahwa ikut dalam kontestasi Pilkada Jabar membutuhkan biaya. Namun, menurut Dedi, biaya bukan ukuran pertama untuk bisa mengenal dan membangun ikatan emosional dengan masyarakat. Kuncinya adalah keterbukaan dan siap melayani.

“Kata siapa mengenalkan diri ke masyarakat butuh puluhan atau ratusan miliar. Selama ini mengandalkan komunikasi yang baik dengan masyarakat secara langsung. Biaya paling dibutuhkan untuk beli bensin kendaraan dan memberi makan beberapa orang yang ikut dengan saya selama berkampanye. Menurut saya tak terlalu besar,” katanya.

Ia pun selama ini merasa memiliki nilai poin tambahan karena mempunyai jaringan relawan di seluruh daerah Jawa Barat. Soalnya, dirinya selalu bersilaturahmi secara langsung sejak tahun 2008 sampai sekarang, untuk memenuhi undangan masyarakat yang memiliki ikatan ideologis tersebut.

“Kalau saya berkunjung dan memenuhi undangan masyarakat baik di perkotaan apalagi perkampungan sejak tahun 2008.Ya, itu dengan mereka yang memiliki ikatan ideologis tadi saya ungkapkan,” pungkasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.