Selasa, 24 Mei 22

DBS: Jika Tax Amnesty Berhasil Peringkat Utang RI Bisa Naik ke Level Layak Investasi

DBS: Jika Tax Amnesty Berhasil Peringkat Utang RI Bisa Naik ke Level Layak Investasi
* ilustrasi. (ist)

Jakarta, Obsessionnews.com – DBS Group Research memperkirakan dolar Amerika Serikat (AS) tidak akan mencapai lebih dari Rp14.000 untuk satu tahun ke depan. Meski begitu rupiah tidak berarti kebal terhadap pergerakan mata uang global yang di sisi lain Indonesia tengah gencar mencari solusinya.

“Contohnya ketika Tiongkok mendevaluasi mata uangnya pada Januari tahun ini, rupiah kembali terdepresiasi. Begitu pula ketika rakyat Inggris memutuskan untuk keluar dari Uni Eropa (Brexit) pada Juni lalu,” kata ekonom senior DBS Group Research, Philip Wee, melalui keterangan tertulisnya kepada Obsessionnews.com, Jumat (30/9/2016) siang .

Perbankan ini juga menurunkan proyeksi rentang perdagangan rupiah terhadap dolar antara 5,5 persen-6,1 persen. Proyeksi tersebut lantaran tercermin dari kerentanan likuiditas Indonesia yang dinilai DBS semakin berkurang dari sebelumnya.

Di sisi lain juga disebabkan rencana kenaikan suku bunga AS tetap bisa mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan. Faktor risikonya terutama berasal dari utang luar negeri yang terus meningkat serta cadangan devisa yang masih rendah.

“Tekanan jual terhadap rupiah dapat balik lagi jika utang luar negeri jangka pendek dan defisit transaksi berjalan memburuk lagi,” ujarnya.

Phillip menilai pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi masih menghadapi tantangan, sebab terbatasnya ruang untuk menaikkan defisit anggaran. Meskipun sejak September tahun lalu sudah 13 paket kebijakan yang dikeluarkan.

“Salah satu andalan dalam jangka pendek adalah program amnesti pajak yang ditargetkan dapat menarik dana repatriasi hingga Rp 1.000 triliun atau sekitar US$ 75 miliar. Selain untuk meningkatkan penerimaan negara dan membiayai proyek infrastruktur, keberhasilan program amnesti pajak sekaligus akan memperbaiki kredibilitas fiskal pemerintah,” katanya.

Jika tax amnesty mampu berjalan dengan baik, Wee menilai peringkat utang Indonesia bisa naik ke level layak investasi, “investment grade” dari Standard & Poor’s. Hal itu juga dapat menjaga daya tahan rupiah terhadap terpaan volatilitas global dan kenaikan suku bunga AS. (Aprilia Rahapit)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.