Selasa, 24 Mei 22

Darurat Narkoba, Slank dan Pemerintah Peringati HANI 2018

Darurat Narkoba, Slank dan Pemerintah Peringati HANI 2018
* Kerugian ekonomi dan sosial akibat narkoba mencapai Rp84,7 Triliun. (Dok: PR Slank)

Jakarta, Obsessionnews.com – Berdasarkan data dan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Pusat Penelitian Kesehatan Universtias Indonesia (Puslitkes UI) pada 2017, peredaran gelap narkoba dan korban penyalahguna narkoba di Indonesia terus meningkat sekitar 1,77% atau 3,3 juta jiwa.

Kerugian ekonomi dan sosial akibat narkoba pun mencapai Rp84,7 Triliun. Tak heran Presiden RI Joko Widodo pernah menyebut Indonesia darurat   narkoba.

Dunia pun terpana masih maraknya narkoba. Makanya setiap 26 Juni, seluruh dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI). Peringatan ini dimaknai untuk memperkuat aksi dan kerjasama secara global melawan gerusan peredaran narkoba di seluruh dunia.

Pemerintah juga gencar mengampanyekan bahaya narkoba melalui program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan & Peredaran Gelap Narkoba) di Indonesia.

Untuk mendukung gerakan P4GN, grup band ternama Slank menggelar acara “Doa untuk Bangsa, Rabu (27/6/2018) di Markas Besar Slank, Jl Potlot III No. 14 Duren Tiga, Jakarta selatan.

Slank bersama Pulau Biru Production, Asosiasi Rehabilitasi Narkoba Indonesia (AIRI), Yayasan Sahabat Rekan Sebaya & Komunitas Cukup Gue #ajadeh didukung oleh Unit Narkoba Rumah Sakit Bhayangkara Sespimma Lemdiklat Polri dan Biddokpol Pusdokes Polri. Masing-masing personel Slank bercerita bagaimana perjuangan diri mereka melawan gencarnya gerusan narkoba.

“Dulu, pengalaman saya, mencoba dan mencoba lagi. Yang namanya manusia, gagal berapa kali itu wajar,” ucap salah satu personel Slank, Kaka dalam keterangan tertulis yang terima Obsessionnews.com, Sabtu (30/6/2018).

Slank juga akan memberikan motivasi kembali kepada para mantan pengguna narkoba yang terus mempertahankan kepulihannnya (Aftercare), keluarga korban narkoba dan masyarakat peduli akan pemasalahan narkoba di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat BNN Irjen Pol. Drs. Dunan Ismail Isja, Kepala sub bagian pengawas internal Rumkit Bhayangkara Sespimma Lemdiklat Polri Retnowati Misire. SH. Kabag Humas BNN Kombes Sulistiandriatmoko, Wakasat Narkoba Polres Jakpus, Wakasat Narkoba Polres Jakarta Utara Kompol Hesti, Wakapolres Jaktim AKBP Boy Rando Simanjuntak, Direktur Komponen Masyarakat Deputi Rehabilitasi BNN dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido.

Serta beberapa institusi lainya, diantaranya, Ditnarkoba Polda Metro, Direktur Komponen Masyarakat Deputi Rehabilitasi BNN dan Kepala Balai Besar Rehabilitasi BNN Lido, RSKO Cibubur, Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Sosial RI, dan beberapa institusi panti rehabilitasi yang ada di Jakarta dan sekitarnya, serta para keluarga korban Narkoba dan masyarakat peduli pemasalahan narkoba. (Popi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.