Senin, 28 November 22

Dari Bangkrut Bisa Belanja Gila-gilaan, Presiden PSG Desak UEFA Selidiki Finansial Barcelona

Dari Bangkrut Bisa Belanja Gila-gilaan, Presiden PSG Desak UEFA Selidiki Finansial Barcelona
* Presiden PSG Nasser Al-Khelaifi dan Presiden' Barcelona. (Getty/Goal)

Presiden Paris Saint-Germain (PSG) Nasser Al-Khelaifi mendesak UEFA agar menyelidiki Barcelona setelah mereka melakukan belanja gila-gilaan dengan menjual banyak aset mereka. Padahal Barcelona sebelumnya diterpa bangkrut keuangan memburuk

Al-Khelaifi curiga Barcelona tidak di jalan yang bersih karena bisa jor-joran di tengah fakta krisis finansial yang mereka alami.

Barca memang menggemparkan dunia sepak bola sepanjang musim panas kemarin karena bisa jor-joran di tengah fakta bahwa mereka tengah mengalami krisis finansial.

Raksasa Spanyol itu pada akhirnya juga mampu mendaftarkan para rekrutan baru seperti Jules Kounde dan Robert Lewandowski terlepas dari isu keuangan yang ada, dan Al-Khelaifi tidak percaya Barca melakukannya dengan cara yang jujur.

Apa kata Al-Khelaifi tentang Barcelona yang belanja besar meski krisis?

“Apakah ini adil? Tidak, ini tidak adil… Apakah itu legal? Saya tidak yakin,” kata sang presiden PSG kepada POLITICO. “Jika mereka mengizinkannya, yang lain akan melakukan hal yang sama. UEFA tentu saja memiliki peraturan [finansial] mereka sendiri. Pasti mereka akan melihat semuanya.”

“Aturan kesinambungan finansial yang baru adalah perkembangan positif. Tapi kita perlu berhati-hati. Tingkat utang yang berbahaya dan kesepakatan ekuitas magis bukanlah jalan yang berkesinambungan.”

Al-Khelaifi bukan orang pertama yang mempermasalahkan aktivitas transfer Barcelona, dan tidak akan menjadi yang terakhir mempermasalahkannya.

Namun, sejauh ini, tidak ada aturan yang dilanggar Barcelona dan mereka telah bekerja sesuai dengan regulasi yang ada, termasuk memenuhi persyaratan ketat yang ditetapkan oleh La Liga.

Barcelona diketahui bisa mendapatkan banyak dana untuk belanja besar setelah mengaktifkan beberapa ‘tuas ekonomi’ mereka, yang secara tidak langsung menggadaikan masa depan mereka dengan menjual sejumlah aset berharga klub ke pihak ketiga. (Goal com/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.