fbpx

Kamis, 21 Februari 19

Daniel Johan: Etnis Tionghoa Anggap Jokowi Figur Terbaik

Daniel Johan: Etnis Tionghoa Anggap Jokowi Figur Terbaik
* Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Daniel Johan. (Foto: Facebook Daniel Johan)

Jakarta, Obsessionnews.com – Etnis Tionghoa menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mampu menjaga keberagaman yang menjadi kekayaan Indonesia. Hal ini yang membuat etnis Tionghoa semakin mencintai Jokowi.

Wakil Direktur Kampanye Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Daniel Johan mengungkapkan, di kalangan Tionghoa Jokowi dianggap figur terbaik.

“Selain itu Jokowi juga dianggap simbol yang menjaga keberagaman di Indonesia,” tutur Daniel dalam keterangan tertulisnya, Selasa (12/2/2019).

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan anggota DPR itu optimis sedikitnya 80% etnis Tionghoa akan memilih Jokowi pada Pilpres 2019.

“Perkiraan saya suara etnis Tionghoa yang memilih Jokowi di kisaran 80% sampai 90%, dari total etnis Tionghoa yang ada di Indonesia,” ujarnya.

 

Baca juga:

Debat Capres Kedua, Ini Jurus Jokowi dan Prabowo

Ini Berbagai Gebrakan Pemerintahan Jokowi Jaga Kekayaan Laut Indonesia

Ini 5 Poin Dukungan Alumni SMA Jakarta Bersatu Kepada Jokowi

 

Dari Wali Kota Menjadi Presiden

Jokowi dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 21 Juni 1961. Ia lulusan Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, tahun 1985. Ia mengawali kariernya sebagai pengusaha mebel. Di kala bisnis mebelnya bersinar Jokowi kemudian terjun ke dunia politik. Ia memilih bergabung dengan PDI-P.

Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menugasi Jokowi berkompetisi pada Pemilihan Wali Kota Solo pada 2005. Peluang itu tak disia-siakannya. Jokowi terpilih menjadi Wali Kota Solo periode 2005-2010.

Warga merasa puas dengan kepemimpinan Jokowi, dan memilihnya kembali untuk jabatan periode kedua, yakni 2010-2015.

Belum selesai jabatannya di periode kedua PDI-P memberi tugas kepada Jokowi sebagai calon gubernur untuk berlaga di Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu Jokowi yang berpasangan dengan kader Partai Gerindra Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) secara mengejutkan mengalahkan Gubernur petahana DKI Fauzi Bowo yang berduet dengan Ketua DPD Partai Demokrat Nachrowi Romli. Jokowi-Ahok dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI periode 2012-2017.

Belum genap dua tahun menjabat Gubernur DKI, Jokowi diusung PDI-P, PKB, Hanura, dan Nasdem bertarung di Pilpres 2014. Jokowi menggandeng politisi Golkar dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Jokowi-JK berhadapan dengan pendiri Partai Gerindra Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa.

Pilpres dilaksanakan pada 9 Juli 2014. Selanjutnya pada 22 Juli 2014 Komisi Pemilihan Umum (KPU mengumumkan Jokowi-JK memenangkan Pilpres dengan meraih suara 70.997.833 suara atau 53,15%, sedangkan Prabowo-Hatta mendapat 62.576.444 suara (46,85%).

Jokowi dan JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden masa bakti 2014-2019 di Gedung DPR/MPR, Senin, 20 Oktober 2014.

Baca halaman berikutnya

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.