Rabu, 28 Oktober 20

Dampak Demo, Pedagang Tanah Abang Rugi Ratusan Miliar

Dampak Demo, Pedagang Tanah Abang Rugi Ratusan Miliar
* Ilutsrasi suasana pasar Tanah Abang. (Foto: Medsos)

Jakarta, Obsessionnews.com – Bentrok di Tanah Abang, Jakarta, yang dilakukan para demonstran yang tidak puas dengan  hasil Pilpres 2019 tidak hanya berdampak pada jatuhnya para korban. Namun, sisi negatif lainnya adalah para pedagang banyak merugi karena Pasar Tanah Abang tutup demi menjaga keamanan karena tidal ada akses.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan, pihaknya tidak memberlakukan kebijakan untuk  menutup toko. Kebijakan ini adalah insidentil dilakukan. Pasar Tanah Abang Tutup karena memang situasinya.

“Sebenarnya tidak ada perintah tutup, tapi karena akses ke lokasi masih tertutup pedagang memutuskan masih belum membuka tempat berdagang mereka,” ucap Arief di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Lebih lanjut Arief belum dapat memastikan sampai kapan aktivitas di Pasar Tanah Abang dapat pulih kembali. Akan tetapi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat setempat untuk menginformasikan jika kondisi sudah kondusif.

“Saya sudah minta pimpinan pasar melakukan koordinasi dengan aparatur setempat, begitu memang kondisi sudah pulih dan akses kendaraan sudah bisa dilalui. Agar segera diinformasikan kepada pedagang,”tambahnya.

Soal kerugian itu, sebelumnya Ketua Majelis Pertimbangan Assosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) DKI Jakarta Hasan Basri mengatakan, perputaran uang di pasar Tanah Abang mencapai Rp 200 miliar per hari.

Tanah Abang kini memiliki 4 blok yakni blok A, B, F dan G. Pasar itu semuanya milik PD Pasar Jaya namun dikelola swasta seperti PT Primanaya milik Djan Faridz. Jika Pasar Tanah Abang ditutup maka dalam sehari analoginya mengalami kerugian Rp 200 miliar.

Total jumlah kios di Blok A mencapai 8.000 unit. Blok B 5.000 kios, dan Blok F 4.000 kios. Ditambah plaza Metro yang dimiliki swasta murni sekitar 4.000 kios. Sementara Blok G yang kini menjadi lokasi PKL sekitar 1.300 kios dan counter. Ditambah kios di Tanah Abang Bukit sekitar 300 unit.

“Perputaran uang di Tanah Abang itu setiap hari sedikitnya Rp 200 miliar per hari. Itu dengan perhitungan 20.000 kios kali Rp 10 juta,” katanya.

Saat ini Pasar Tanah Abang dalam pengawasan ketat dari tim keamanan pasar dengan dibantu oleh TNI, dengan mengerahkan aparat keamanan sebanyak 319 personil.

Untuk pengamanan Pasar Blok A dan Blok B ada sekitar 160 orang security ditambah 100 orang perbantuan TNI. Untuk di Blok F sendiri ada 49 orang security, dan di Blok G ada 9 orang security, semuanya saling memantau kondisi yang ada di dalam pasar. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.