Minggu, 1 November 20

Dampak Corona, Gaji Pemain Dipotong, Keuangan Barcelona Hanya Bisa Bertahan Sampai Juni

Dampak Corona, Gaji Pemain Dipotong, Keuangan Barcelona Hanya Bisa Bertahan Sampai Juni
* Pemain Barcelona. (Foto: Twitter Barcelona)

Jakarta, Obsessionnnews.com – Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, merasakan virus corona telah berdampak besar terhadap terhadap
kondisi keuangan timnya. Ia mengaku keuangan Barcelona hanya bisa bertahan sampai bulan Juni di tengah pandemi virus corona.

Terbaru, Barcelona memutuskan memotong gaji pemain sebesar 70 persen agar keuangan klub bisa bertahan pada saat tidak ada kompetisi.

Selain itu, kebijakan potong gaji pemain harus diambil Barcelona karena terdapat aturan Rencana Penyesuasian Tenaga Kerja Sementara (ERTE) yang berlaku di Spanyol.

Dikutip dari situs Marca, Barcelona bisa berhemat sampai 16 juta euro atau setara Rp 288 miliar dengan memotong gaji pemain. Hal itu terpaksa dilakukan di tengah krisis corona.

Namun, Bartomeu menilai kebijakan potong gaji dan segala penghematan lainnya hanya bisa membuat Barcelona bertahan paling lama sampai bulan Juni.

“Situasi sekarang sangat kompleks. Kami tidak ada pendapatan sejak 14 Maret. Namun, saya yakin Barcelona tidak akan bangkrut pada bulan Juni,” kata Bartomeu dikutip dari situs Marca.

“Jika situasi tidak bisa normal sampai bulan Juni, Barcelona pasti akan merugi. Itulah mengapa kami melakukan penghematan (potong gaji),” ujar Bartomeu menambahkan.

Ketika diminta untuk menjelaskan rincian spesifik ERTE ke anggota staf klub, Bartomeu memastikan Barcelona telah melakukan segala cara agar semua pekerja bisa mendapatkan haknya.

“Dengan ERTE, pendapatan pemain harus dikurangi sehingga karyawan (non-olahraga) bisa tetap mendapatkan haknya di saat krisis ini berlangsung,” kata Bartomeu.

“Penghematan 16 juta euro hanya mewakili 5,75 persen gaji tahunan pemain dan itu tidak cukup. Kami harus mengambil tindakan lain,” ujar Bartomeu menambahkan.

Lebih lanjut, Bartomeu menilai semua klub di dunia tanpa terkecuali pasti akan mendapatkan kesulitan menyelematkan keuangan klub ketika tidak ada kompetisi.

“Kami tidak bisa membuka museum, kami tidak mendapatkan pendapatan dari hak siar, kami juga tidak bisa mendapatkan uang dari penjualan tiket,” kata Bartomeu.

“Kami tidak putus asa. Kami sedang berusaha menyelamatkan keuangan tim dan berharap bisa bertahan paling lama 60 hari. Apa yang dialami Barcelona juga dihadapi tim elite lainnya seperti Bayern Muenchen dan Juventus,” ujar Bartomeu menambahkan. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.