Rabu, 27 Oktober 21

Dalam Tiga Bulan, Israel Tangkap 1.800 Warga Palestina

Dalam Tiga Bulan, Israel Tangkap 1.800 Warga Palestina
* Aparat keamanan rezim Zionis Israel menangkap warga Palestina. (ParsToday)

Pusat Studi Tahanan Palestina mengabarkan meningkatnya penangkapan warga Palestina di tiga bulan kedua tahun 2017 oleh aparat keamanan rezim Zionis Israel.

Seperti dilansir Pusat Informasi Palestina, Ra’fat Hamdouna, Direktur Pusat Studi Tahanan Palestina pada Rabu (20/9/2017) mengatakan, rezim Zionis Isreal pada bulan Juli, Agustus dan September telah menangkap 1.800 warga Palestina di berbagai daerah di Tepi Barat.

Ia menambahkan, 44 persen yang ditahan adalah penduduk al-Quds pendudukan dan kebanyakan dari mereka yang ditangkap di kota Baitul Maqdis adalah anak-anak.

Hamdouna menuntut lembaga-lembaga internasional dan organisasi Hak Asasi Manusia untuk menindak agresi Zionis dan mendukung rakyat Palestina.

Seebelumnya, Pusat Studi Tahanan Palestina mengumumkan bahwa pada tahun 2016, dari 6.170 kasus penangkapan, 1.250-nya adalah anak-anak dan 208 lainnya perempuan.

Aparat keamanan rezim Zionis Israel. (ParsToday)

Aparat Zionis Cegah Ribuan Warga Palestina Shalat Jumat
Aparat keamanan rezim Zionis Israel meningkatkan langkah-langkah keamanan di semua pusat pemeriksaan di jalur-jalur menuju kota al-Quds yang diduduki.

Seperti dilaporkan IRIB, aparat keamanan rezim Zionis pada Jumat (16/6/2017) pagi mencegah masuknya ribuan warga Palestina ke kota al-Quds untuk menunaikan Shalat Jumat ketiga di bulan suci Ramadhan tahun ini.

Mereka juga tidak mengizinkan warga laki-laki Palestina yang berusia kurang dari 40 tahun untuk masuk ke kota al-Quds.

Aparat keamanan rezim penjajah al-Quds juga menangkap beberapa pemuda Palestina yang akan menyeberang di pos pemeriksaan Qalandiya antara kota Ramallah dan al-Quds di Tepi Barat.

Kehadiran aparat keamanan Israel di Masjid al-Aqsa terjadi ketika Tel Aviv juga menempatkan banyak pasukannya di Tepi Barat dan al-Quds dengan dalih menghadapi perlawanan warga Palestina.

Menyusul meningkatnya penyerbuan terhadap Masjid al-Aqsa dan upaya pembagian tempat suci ini dari sisi waktu dan tempat serta penindasan rezim Zionis terhadap warga Palestina, meletusnya Intifada al-Quds pada Oktober 2015.

Sejak intifada tersebut hingga sekarang, lebih dari 300 warga Palestina telah gugur syahid dan banyak lainnya terluka dan ditangkap. (ParsToday)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.