Selasa, 21 September 21

Dalam Rekaman 120 Menit Ada Tindakan Novanto Melanggar Etik?

Dalam Rekaman 120 Menit Ada Tindakan Novanto Melanggar Etik?

Jakarta, Obsessionnews – Sidang dugaan pelanggaran kode etik Ketua DPR RI Setya Novanto tengah berlangsung di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) dengan memanggil Menteri ESDM Sudirman Said untuk dimintai keterangan terkait rekaman pembicaraan Setya Novanto yang dijadikan bukti Sudirman dalam melaporkan kasus ini.

Pada sidang dimulai, sempat masih ada anggota yang masih mempersoalkan kehadiran Sudirman sebagai saksi. Sementara legal standing laporan Sudirman Said dianggap masih bermasalah. Namun, pimpinan sidang yang diketuai oleh Surahman Hidayat tetap melanjutkan sidang ini.

Anggota MKD dari Fraksi Hanura Syarifuddin Suding kemudian mempertanyakan mengenai alur pertemuan Setya Novanto dengan petinggi Freeport Maroef Sjamsuddin dan pengusaha minyak yang pernah disebut terjadi sebanyak tiga kali ditempat yang berbeda.

Sudirman langsung menjawab. Menurutnya, pertemuan pertama dan kedua, tidak begitu tahu apa yang dibicarakan oleh ketiga orang tersebut. Ia hanya mengatahui isi pembicaraan pada pertemuan ke tiga di Pasific Place 8 Juni 2015 Jakarta.

“Pertemuan pertama dan kedua saya tidak begitu tahu karena menurut saya tidak relevan dengan tugas saya,” katanya.

Menurutnya, pada pertemuan ketiga banyak hal yang dibicarakan oleh Setya Novanto tentang Freeport. Menurutnya dalam rekaman yang berisi kurang lebih 120 menit itu banyak tindakan Setya yang dianggap melanggar etik sebagai anggota DPR.

“Ada suasana seolah-olah dimana Setya bisa mengatur semua hal yang itu bukan wewenangnya,” ungkapnya.

Sunding pun meminta agar rekaman itu dibuka langsung tanpa menunggu lama. Agar semua jelas apa yang dibicarakan Setya Novanto dengan Maroef dan Riza. Namun, forum sidang sepakat rekaman dibuka setelah sidang selesai. ‎(Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.