Rabu, 27 Oktober 21

Dakwah di Suku Terasing Harus Jelas Misinya

Dakwah di Suku Terasing Harus Jelas Misinya
* Acara Silatnas Parmusi di Masjid At-Tin, Jakarta Timur, Rabu (27/9/2017). (Foto : Kapoy/Obsessionnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Ribuan kader Persaudaraan Muslimin Indonesia (Parmusi) dari seluruh Indonesia tengah mengikuti Silaturahmi Nasional (Silatnas) Ulama dan Dai Perbatasan tersebut di Masjid Agung At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, 26-28 September 2017. Acara ini juga sekaligus dalam rangka memperingati Milad ke-18 Parmusi .

 

Dalam acara tersebut dibuka diskusi untuk para anggota Parmusi yang bertema “Memperkokoh Pancasila dan NKRI dengan Kewajiban Ummat Menjalankan Syariat”.

 

Pembicara dalam diskusi acara tersebut adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Yunahar Ilyas.

 

Dalam diskusi tersebut Yanahar menjawab pertanyaan dari salah satu peserta diskusi, yang pertanyaannya bagaimana berdakwah di suku terasing?

 

Yanahar menjelaskan, berdakwah di suku terasing harus jelas misinya apa, fokus ke mana, bagaimana cara mengubah meluruskan pemahaman para ulama, kalau tujuannya adalah memperbaiki, meluruskan pemahaman ulama yang menyimpang di daerah terasing itu harus ukur dengan kemampuan kita.

 

“Apakah itu kapasitas kita, itu jadi fokus kalau memang mau memperbaiki pandangan para ulama,” ujar Yunahar di Masjid At-Tin, Rabu (27/9/2017).

 

Dia menambahkan, jika ada ulama yang berdakwah yang menyimpang harus di definisikan dulu, diidentifikasi, ini ulama dari kelompok mana, ini dari kelompok ormas ini, orang ini siapa pimpinannya.

 

“Merubah ulama ini langsung atau harus melalui orang yang lebih tinggi dari dia, kalau saya datang didengar nggak, kalau nggak didengar melalui siapa, itu cara berpikir begitu harus ada kalau nggak ada pusing sendiri,” ungkapnya. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.