Minggu, 22 Mei 22

Dahsyat! Obsesi Anak Sopir Angkot Ini Kuliah di UGM Terwujud

Dahsyat! Obsesi Anak Sopir Angkot Ini Kuliah di UGM Terwujud
* Mutmainah bersama ayah, ibu, dan adiknya.

Yogyakarta, Obsessionnews.com – Siapapun boleh bermimpi setinggi langit. Termasuk anak sopir angkot, Mutmainah. Ia berobsesi menjadi seorang apoteker. Dan jalan untuk menggapai cita-citanya itu kini terbuka lebar, karena tahun ini dia resmi menjadi mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (UGM). Wow, dahsyat!

Meski berasal dari keluarga berekonomi lemah, Iin, panggilan akrabnya, tetap semangat mengejar mimpinya untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Dengan rekam jejak akademis yang baik mengantarkan dirinya diterima sebagai mahasiswa baru di Fakultas Farmasi UGM lewat jalur Bidik Misi (Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi). Berbekal beasiswa Bidik Misi  itu selama kuliah Iin dibebaskan dari biaya pendidikan hingga usai.

Iin anak pertama dari tiga bersaudara pasangan Mawardi dan Mahinun. Ia tinggal di  Kampung Baru, Desa Masabagik Utara, Kecamatan Masbagik, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Mawardi menjadi tulang punggung keluarga yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot panggilan dengan penghasilan tidak lebih dari Rp. 50 ribu setiap harinya. Hasil tersebut sangat pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya dengan tiga anak yang semua tengah menempuh pendidikan. Untuk menjaga agar dapur tetap mengepul, Mawardi bekerja sampingan menjadi tukang parkir.

Mawardi mengaku senang, anak sulungnya itu bisa diterima kuliah di UGM. Bermimpi kuliah, apalagi di UGM telah menjadi impian puterinya sejak kecil.

“Alhamdulilah, saya hanya bisa berucap syukur. Keinginan anak ingin kuliah akhirnya bisa terwujud,” kata Mawardi saat ditemui di rumahnya baru-baru ini seperti dikutip dari siaran pers Humas UGM.

Kebahagiaan atas pencapaian anaknya itu tak kuasa ia tahan. Bahkan ia seperti menjadi seperti orang kurang waras. Pasalnya, setiap bertemu dengan tetangga atau siapapun yang ditemuinya, ia tidak berhenti menceritakan kalau Iin berhasil mewujudkan obsesinya kuliah di universitas ternama Indonesia, yaitu UGM.

“Akhirnya jadi banyak yang tidak memandang kami sebelah mata lagi, anak seorang sopir angkot bisa diterima kuliah di UGM. Roda kehidupan terus berjalan, ada di bawah dan ada saatnya berputar ke atas,” paparnya sembari menitikkan air mata penuh haru.

Tidak sedikit yang mengulurkan bantuan padanya, mulai dari kerabat, tetangga, dan juga teman-temannya untuk mendukung kelancaran Iin berangkat ke Yogyakarta untuk mengurus berkas-berkas kelengkapan masuk UGM. Bahkan, Wakil Bupati Lombok Timur pun turut memberikan bantuan.

Meskipun dari keluarga yang penuh keterbatasan, Mawardi berkeinginan semua anak-anaknya bisa memperoleh pendidikan layak hingga ke perguruan tinggi. Ia akan berupaya sekuat tenaga demi untuk mewujudkan hal itu. Beruntung, anak-anaknya tekun dan giat belajar sehingga berpretasi.

“Saya ingin anak-anak berilmu, jangan seperti saya nasibnya. Harapannya bisa lebih baik hidupnya dan menjadi orang sukses bisa membantu adik-adiknya dan membanggakan orang tua,” harapnya.

Tidak banyak yang dia pesan pada puteri satu-satunya itu. Mawardi selalu menegaskan agar Iin tidak rajin beribadah dan selalu menebar kebaikan dimanapun berada.
“Setiap kita menebarkan kebaikan, pasti akan mendapatkan kebaikan pula. Itu yang selalu tanamkan pada Iin,” ujarnya.

Iin mengaku tidak pernah terbayang bisa kuliah di UGM. Mahfum dengan kondisi keluarga yang serba kekurangan, dia tidak pernah memaksakan keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Namun, keadaan itu tidak mematahkan asanya dalam menggapai mimpi untuk bisa kuliah. Tekad, kemauan, dan usaha kerasnya dalam belajar pun membuahkan hasil. Buktinya sejak SD hingga SMA posisi 3 besar tidak pernah lepas dari genggamannya. Tidak hanya itu, saat SMA dia pun sempat menjadi wakil sekolah dalam Olimpiade Kimia dan Olimpiade Biologi di tingkat kabupaten.

“Sangat senang sekali bisa diterima kuliah di UGM. Semua tidak lepas dari do’a dan dukungan orang tua,” terang alumnus SMA 1 Masbagik ini.

Dengan masuk Fakultas Farmasi UGM, impiannya menjadi apoteker kian nyata. Ia berharap dengan menjadi apoteker nantinya bisa membantu masyarakat di sekitar tempat tinggalnya. Pasalnya, di daerahnya masih sangat minim tenaga di bidang kesehatan maupun kefarmasian.

“Pengennya selepas lulus balik ke kampung, mengabdi di sini,” jelasnya. (arh, @arif_rhakim)

Baca Juga:

Luar Biasa! Anak Pemulung Ini Sukses Masuk FK UGM

Kisah Inspiratif! Erwan, Anak Tukang Ojek yang Diterima di UGM

Luar Biasa! Anak Kuli Bangunan Ini Diterima di UGM

Wow, Keren! Deny, Anak Buruh Tani yang Kuliah di UGM

Anak Penjual Gorengan Ini Diterima Kuliah di FK UGM

Hebat! Tiffani, Anak Penjaga Toko yang Diterima di UGM

Refo, Anak Penjahit yang Diterima Kuliah di UGM

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.