Kamis, 23 September 21

Daging di Pasaran Sumbar, Aman Dikonsumsi

Daging di Pasaran Sumbar, Aman Dikonsumsi

Padang, Obsessionnews – Masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi daging dan ikan yang dijual di pasaran, karena bebas dari zat berbahaya seperti boraks, formalin dan daging celeng. Hal itu diketahui saat Tim Pengawasan Keamanan Pangan Segar Sumatera Barat (Sumbar) sidak ke pasar tradisional Pasar Raya Padang.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sumbar Effendi mengatakan, sidak dilakukan dalam rangka pengamanan konsumsi masyarakat saat lebaran.

“Kita tidak menemukan daging yang dijual maupun ikan yang mengandung zat-zat adiktif,” kata Effendi disela-sela sidak di pasar tradisional Pasar Raya Padang, Selasa (7/7).

daging aman2

Sidak yang terdiri dari Dinas Peternakan, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Polisi dan Pamong Praja memeriksa secara cermat daging maupun ikan secara satu persatu. Setelah diperiksa, petugas mengambil sampel untuk diuji rafid tes untuk memastikan apakah bebas dari kandungan zat berbahaya seperti boraks, formalin dan serta daging celeng.

Sidak yang melibatkan Pemerintah Kota Padang ke pasar tradisional Pasar Raya Padang merupakan satu dari tiga pasar yang menjadi sasaran tim melaksanakan sidak. Selain pasar tradisional Pasar Raya Padang, tim akan melakukan sidak ke pasar tradisional Bukittinggi dan Payakumbuh.

daging aman3

“Dalam minggu ini kita sudah selesai melaksanakan sidak,” ujar Efendi.

Menurut Efendi untuk mengetahui daging dan ikan bebas dari zat-zat berbahaya tidak terlalu rumit. Warga minimal mengetahu daging maupun yang dibeli masih segar, baunya tidak amis dan busuk serta dagingnya tidak kasar.

“Secara kasat mata kalau ikan kita lihat masih segar ndak. Dilihat dari profilnya seperti insang dan matanya masih segar. Jika ciri-ciri demikian maka aman untuk di makan,” kata Efendi.

daging aman4

Sama halnya dengan daging yang mau dikonsumsi, harus dipastikan daging yang hendak dibeli masih segar dan bau tidak berobah seperti bau yang sudah busuk.

“Kita bedak teksturnya. Kalau dia daging sapi, bertekstur agak lebih kasar. Kalau misalnya dicampur dengan yang lain seperti babi misalnya, teksturnya akan berbeda. Jadi agak mirip-mirip babi tapi beda. Yang lebih spesifik adalah masalh bau. Bau daging babi lebih amis dan anyir,” ujar Efendi. (Musthafa Ritonga)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.