Rabu, 12 Desember 18

Waduh! Kapolda NTT Dukung Kebijakan Gubernur Melegalkan Miras

Waduh! Kapolda NTT Dukung Kebijakan Gubernur Melegalkan Miras
* Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Polisi Raja Erizman. (Foto TMC Polri)

Kupang, Obsessionnews.com – Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT) Irjen Polisi Raja Erizman rupanya ikut mendukung kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, yang melegalkan minuman keras (miras) di wilayah NTT. Produksi minuman keras yang dimaksud yakni moke di Pulau Flores dan Sopi di Pulau Timor.

Menurut Erizman, miras jenis ini tidak sama dengan miras oplosan yang bisa membuat orang mati. “Sopi dan moke ini bukan oplosan. Jadi saya setuju dengan gubernur dan melegalkan minuman keras. Kalau sudah dilegalkan tentu ada aturan hukumnya dan tentu tidak melanggar hukum lagi,” ucap Erizman, saat memberi sambutan dalam rapat kerja triwulan III Polda NTT di Kupang Rabu (5/12/2018), kemarin.

Selain itu, Erizman menjelaskan, melegalkan Miras diyakini bisa mempercepat pembangunan NTT. dengan alasan itu, ia berani mendukung meski kebijakan itu kontroversial.

“Walaupun ini terjadi, namun kita sudah sepakat dan kita dukung kebijakan itu. Percepatan ini harus kita dukung untuk mendapatkan hasil pembangunan yang lebih cepat karena NTT sudah tertinggal cukup lama,”jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laikodat, berencana akan mencabut larangan produksi minuman keras beralkohol lokal di wilayah NTT.

Dua minuman keras lokal yang terkenal di NTT yakni moke di daratan Pulau Flores dan sopi di Pulau Timor. Menurut Viktor, produksi minuman keras oleh warga, harus tetap berjalan dan itu adalah bagian dari kreativitas warga.

“Sebagai gubernur, saya akan cabut itu. Di mana-mana itu distribusi minuman keras harus diatur dengan baik. Tidak semua tempat bisa jual minuman keras,” ucap Viktor, saat memberi kuliah umum di Universitas Nusa Cendana Kupang, Senin (3/12/2018).

Yang dilarang, lanjut Viktor, mestinya terkait penggunaan minuman keras, baik itu usia peminum dan juga kelayakan minuman tersebut. “Kita malah melarang produksi minuman keras. Itu jelas melarang kreativitas warga,” ujar Viktor. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.