Rabu, 25 Mei 22

Daerah Diminta Tetapkan Satu Ikon Wisata Layak Dikunjungi

Daerah Diminta Tetapkan Satu Ikon Wisata Layak Dikunjungi
* Pembukaan Festival Pesona Danau Maninjau 2016, di Objek Wisata Taman Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (3/11/2016) siang.

Agam, Obsessionnews.com РKabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), memiliki banyak objek wisata yang layak dikunjungi. Di antaranya  Danau Maninjau, Puncak Lawang dan Lindai. Objek wisata ini menjadi magnet bagi wisatawan, karena keindahannya.

Satu dari tiga objek wisata ini ke depan perlu ditetapkan sebagai ikon pariwisata daerah setempat. Objek wisata dimaksud adalah Lindai.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, sejalan dengan penetapan objek wisata Lindai sebagai ikon pariwisata di Kabupaten Agam, maka pembangunannya dilakukan secara bersama-sama, sehingga lebih terarah, terprogram dan maksimal.

“Membangun pariwisata tidak mungkin dikerkajan seluruhnya. Untuk memudahkan dan lebih maksimal, perlu ditetapkan satu ikon sehingga bisa lebih mudah,” katanya saat pembukaan Festival Pesona Danau Maninjau 2016, di Objek Wisata Taman Muko-Muko, Kecamatan Tanjung Raya, Kamis (3/11/2016) siang.

abit-icon-wisata-2

Pemerintah Kabupaten Agam menggelar kegiatan ini setiap tahun dalam rangka promosi ikon wisata Danau Maninjau. Pemerintah setempat berupaya memperkenalkan destinasi wisata itu, baik secara nasional maupun internasioal.

Salah satu sarana paling efektif untuk memperkenalkannya lewat iven seperti Festival Pesona Danau Maninjau 2016.

Kegiatan yang diadakan selama tiga hari ini dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Sumbar, Didi, didampingi Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satriaa, Kapolres Agam, Dandim Agam bersam tokoh masyarakat setempat.

Nasrul Abit mengatakan, objek wisata Lindai ditetapkan menjadi ikon wisata Agam, sehingga setiar wisatawan yang datang ke Danau Maninjau ada pilihan lain.

“Sekarang kan, wisatawan yang datang ke sini tidak tahu mau kemana lagi. Jadi, kita konsentrasi untuk menhgembangkan Lindai agar wisatawan tidak bosan hanya ke Maninjau saja,” sebutnya.

abit-icon-wisata-3

Menurut Nasrul, sarana pendukung yang perlu dipersiapkan menuju objek wisata Lindai, infrastruktur jalan.

“Kalau jalanny kurang besar kita perlebar jlannya. Kalau jalan nasional dan atau provinsi kita kerjasama mengerjakannya,” katanya.

Selain infrsatruktur jalan, melengkapi sarana pendukung seperti sarana ibadah, toilet, tempat penjualan aksesories, kuliner atau rumah makan dan tempat ruang terbuka.

Apabila sarana dan prasarana yang tersedia sudah lengkap, maka objek wisata dimaksud akan banyak dikunjungi. Pemerintah yang serius mengelola pariwisata diyakini, perekonomian daerah setempat akan meningkat, karena multiplayer efeknya dapat menggerakkan sendi ekonomi masyarakat.

Ia berharap kepada bupati/walikota untuk menetapkan satu icon objek wisata di daerah masing-masing yang layak untuk dikunjungi. (Musthafa Ritonga/@alisakinah73)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.