Senin, 18 Oktober 21

CV Tunjang Langit Bantah Rekanan Fiktif

CV Tunjang Langit Bantah Rekanan Fiktif
* Direktur CV Tunjang Langit, H. Ulya Abdillah

Surabaya, Obsessionnews – CV Tunjang Langit membantah tudingan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tahja Purnama atau Ahok sebagai perusahaan fiktif yang dialamatkan ke dirinya terkait pengadaan uninterruptible power supply (UPS) atau perangkat penyedia daya listrik cadangan APBD DKI Jakarta 2014.

Bantahan tersebut disampaikan Direktur CV Tunjang Langit, H. Ulya Abdillah, di kantornya di Ruko Graha Indah B1 Nomor 44 H Jalan Gayung Kebonsari, Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Senin (2/3).

Berdasarkan APBD DKI Jakarta 2014, CV Tunjang Langit adalah salah satu puluhan perusahaan pemenang lelang untuk pengadaan UPS sekolah di DKI Jakarta. Untuk SMAN 33 Jakarta Barat dan SMKN 27 Jakarta Pusat masing-masing senilai Rp 5.832 miliar.

Ulya menegaskan, pihaknya dalam pengadaan UPS melalui proses yang telah diatur dalam  Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Di mana letaknya (proyek fiktif,red)? Tahap demi tahap kami lalui hingga memenangkan tender itu,” tegas Aulya yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi Rekanan Pengadaan Barang dan Jasa Jatim.

Ia menjelaskan, sejumlah berkas legalitas perusahaan yang memiliki NPWP 01.976.051.1.1.1-609.000 ini, telah terdaftar di dinas perdagangan dan perdagangan setempat.

“Ini lho, mas, berkas aslinya. Bentuk fisik kantornya juga ada,” kata Ulya seraya menunjukkan bukti-bukti berupa Tanda Daftar Perusahaan (TDP) dan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP).

Informasi yang dihimpun obsessionnews.com, masa berlaku SIUP CV Tunjang Langit hingga 21 Maret 2019.

Ketika disinggung adanya mark up (penggelembungan) anggaran pengadaan UPS tersebut, Ulya membantah. Sayangnya, dia tidak bisa memberikan keterangan secara rinci mengenai spesifikasi peranti alat tersebut.

“Saya tidak hafal. Staf yang mengurusi itu (pengadaan UPS),” tandasnya.

CV Tunjang Langit salah satu  perusahaan yang menyuplay UPS senilai miliaran rupiah tersebut ke 49 sekolah yang tersebar di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.

CV Tunjang   Langit satu di antara tiga perusahaan di Surabaya yang memenangkan lelang proyek Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Dua perusahaan lainnya adalah CV Air Putih dan CV Wisanggeni.

CV Air Putih yang beralamat di Jalan Jagir Sidomukti, Gang 9 No 22, RT 012/ RW 003 Kelurahan Jagir Wonokromo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, pemenang lelang  pengadaan UPS SMKN 44 Jakarta Pusat senilai Rp 5,830 miliar dari pagu Rp 5,999 miliar. Kantor CV Air Putih yang memiliki NPWP 31.697.972.3-609.000 lama tidak ditempati. Sedangkan CV Wisanggeni pemenang lelang pengadaan UPS SMAN 56 senilai Rp 5,8 miliar.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menuding anggota DPRD DKI Jakarta membuat “dana siluman” melalui anggaran versi sendiri tanpa melalui e-budgeting.

Banyak program unggulan yang dipotong dan dialihkan menjadi proyek-proyek dinilai fiktif. Untuk Dinas Pendidikan disebut-sebut sebanyak Rp 105,876 miliar. Proyek itu selain pengadaan UPS adalah proyek pengadaan alat peraga untuk PAUD (Rp 15 miliar), peralatan audio class SD (Rp 4,5 miliar), dan professional development for teacher melalui pelatihan guru ke luar negeri (Rp 25,5 miliar). (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.