Jumat, 7 Agustus 20

Curug Lawe, Sorga Tersembunyi di Kota Atlas

Curug Lawe, Sorga Tersembunyi di Kota Atlas

Semarang – Curug Lawe adalah curug yang dianugrahi eksotisme berlebih di bumi Jawa. Kondisi tempat yang masih sangat alami, jauh dari gangguan serta akses menuju ke sana yang penuh tantangan menjadikan Curug Lawe diminati para traveller yang singgah di Kota Atlas, julukan beken untuk Semarang, Jawa Tengah . Dijamin, satu jam rasanya takkan cukup untuk menikmati pesona keindahan kawasan wisata yang satu ini. Curug Lawe yang oleh banyak orang disebut sebagai sorga tersembunyi, memang patut dikunjungi.

Curug Lawe berlokasi di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, sekitar 12 km dari Kota Semarang. Anda hanya perlu mengikuti sepanjang jalan raya Gunung Pati untuk dapat mencapai ke lokasi curug. Tidak lah sulit untuk menemukan Curug Lawe karena di sekitar jalan banyak terdapat petunjuk jalan menuju ke sana.

Dari jalan raya, Anda akan menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit untuk dapat mencapai gerbang curug. Pemandangan perkebunan cengkeh yang ditata dengan sangat apik sanggup membuat mata yang lelah menjadi segar kembali.

Jalanan yang dilalui sudah beraspal, jadi Anda tak perlu resah jika akan mengajak banyak kerabat menuju Curug Lawe. Sebelum masuk, Anda diwajibkan membayar uang kontribusi sebesar Rp 4.000 per orang.

Dari gerbang curug, dimulailah perjalanan menuju ke Curug Lawe selama 45 hingga 60 menit. Disarankan ketika mengunjungi Curug Lawe, kondisi tubuh haruslah fit mengingat lamanya perjalanan yang akan ditempuh.
Jalur yang akan ditemui pada mulanya berupa jalanan aspal yang dihiasi pohon-pohon cengkeh di sekitarnya. Mayoritas warga Desa Kalisidi berprofesi sebagai petani cengkeh. Setelah sekitar 10 menit, maka disebelah kiri terlihat jalan setapak kecil yang menurun. Di atas jalan tersebut terpampang papan bertuliskan Curug Lawe.

Begitu memasuki jalan menurun, maka Anda langsung disambut lebatnya hutan tropis dan gemercik saluran air di samping kanan Anda. Sedangkan dari sisi kiri terpampang jurang yang lumayan dalam. Oleh karena itu diperlukan kewaspadaan ekstra mengingat jalur di atas saluran air yang hanya cukup untuk satu orang saja.

Setelah sekitar 20 menit berjalan, tampak jembatan kayu menghubungkan antar badan jalan yang terpisah. Di sini anda dapat mengabadikan momen karena jembatan kayu tersebut sangatlah menarik untuk dijadikan latar belakang foto Anda. Di sekeliling jembatan kayu terhampar bukit-bukit hijau yang sangatlah indah. Paduan rasa antara ngeri dan senang berdiri di atas jembatan kayu yang rapuh dan kekaguman pemandangan yang cantik, tentunya menjadi sensasi tersendiri bagi para pengunjung Curug Lawe.

Perjalanan dilanjutkan lagi dengan memasuki kawasan hutan. Jalan yang ada hanyalah jalan setapak dari tanah. Jalurnya cenderung naik turun. Jika Anda beruntung, Anda dapat menemukan kawanan kera liar yang bergelantungan di atas pohon serta fauna endemik lain seperti elang jawa.
Memasuki jalur akhir, perjalanan didominasi jalur yang melalui sungai kecil. Di tengah jalan, Anda disajikan kolam-kolam kecil yang merupakan sambungan aliran air dari sungai tersebut. Di sini pengunjung dapat berendam sambil sejenak menikmati panorama tebing yang berada di kanan-kiri sungai.

Selang menyusuri sungai kecil, sampailah akhir perjalanan di air terjun Curug Lawe. Curug Lawe mempunyai ketinggian 30 meter dan berbentuk seperti separuh botol. Air yang terjun dari atas melingkar jatuh ke dasar bagai benang putih. Dari situlah Curug Lawe mendapatkan namanya karena air yang jatuh dari tebing curam itu benar-benar berwarna putih, yang dalam bahasa jawa disebut lawe.

Rasa lelah yang ada seakan sirna melihat dashyatnya keindahan Curug Lawe. Adanya lanskap berupa bebatuan dan batang pohon yang telah mati, sepadan dengan perjuangan yang anda lalui. Ditambah masih sedikitnya pengunjung menjadikan kawasan Curug Lawe termasuk bersih dari sampah.

Masih kurangnya publikasi di sini membuat kondisi sekitar curug masih terjaga dan alami. Namun bukan berarti Curug Lawe tidak diberikan pengelolaan yang memadai. Pemerintah Kabupaten Semarang diharapkan dapat menghidupkan kawasan ini tanpa mengesampingkan pelestarian lingkungan yang ada. Jika anda menghendaki petualangan yang menarik, pantaslah Curug Lawe dijadikan destinasi wisata akhir pekan Anda. Selamat berpetualang! (Yusuf Isyrin Hanggara)

Related posts