Sabtu, 29 Januari 22

Cuit Presiden Baru Berbuntut Minta Maaf, TKN: Disayangkan Terkesan Lupa Upaya Jokowi

Cuit Presiden Baru Berbuntut Minta Maaf, TKN: Disayangkan Terkesan Lupa Upaya Jokowi
* Presiden Jokowi bersama Chief Executive Officer Bukalapak Ahmad Zaky dalam acara ultah Bukalapak. (Foto: Tribunnews.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Chief Executive Officer Bukalapak Ahmad Zaky menyampaikan permohonan maaf kepada pendukung calon presiden nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi). Perminataan maaf itu disampaikan terkait dengan cuitannya soal dana riset soal industri 4.0.

“Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya 🙏🙏🙏 jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya,” tulisnya.

Zaky menjelaskan tujuan dari cuitannya yang dipersoalkan itu adalah menyampaikan fakta. Menurutnya, dalam 20-50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi dalam riset dan SDM kelas tinggi agar tidak kalah dibanding negara-negara lain.

“Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju,” tulisnya.

Akibat cuitannya di Twitter yang menyinggung ‘presiden baru’ muncul hashtag atau tagar #uninstallbukalapak yang sedang jadi trending topic atau pembicaraan nomor satu di Indonesia. Namun pada Jumat 15/2/2019), muncul tagar #DukungBukaLapak yang juga sedang trending topic.

Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin ikut menyayangkan cuitan Zaky yang intinya menyinggung budget research & development di Indonesia ini.

“Sangat disayangkan jika kemudian Achmad Zaky men-tweet yang terkesan ‘melupakan’ upaya Pak Jokowi yang banyak memberikan perhatian terhadap industri digital Bukalapak ini,” ujar jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan.

Jubir TKN Jokowi-Ma’ruf, Ace Hasan.

Ace menjelaskan komitmen Presiden Jokowi selama ini soal pengembangan ekonomi digital sebagai wujud implementasi revolusi industri 4.0. Bukalapak, kata Ace, didukung penuh Jokowi untuk berkembang pesat dalam industri ekonomi digital.

“Presiden Jokowi memiliki perhatian yang serius terhadap pengembangan ekonomi digital sebagai implementasi dari industri 4.0. Achmad Zaky dengan Bukalapaknya merupakan salah satu yang selalu didorong untuk berkembang pesat. Hasilnya, tentu bisa kita lihat saat ini, Bukalapak adalah salah satu usaha anak muda yang berbasis industri 4.0,” terang politikus Golkar itu.

Dalam cuitannya itu, Achmad Zaky menyebut omong kosong industri 4.0 jika budget research and development (R&D) Indonesia masih jauh dibanding negara-negara lain. Dalam data yang dia sodorkan, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

“Omong kosong industri 4.0 kalau budget R&D negara kita kaya gini (2016, in USD) 1. US 511B 2. China 451B 3. Jepang 165B 4. Jerman 118B 5. Korea 91B 11. Taiwan 33B 14. Australia 23B 24. Malaysia 10B 25. Spore 10B 43. Indonesia 2B. Mudah2an presiden baru bisa naikin,” tulis Zaky di cuitannya. Cuitan tersebut kini telah dihapus. 

Cuitan itulah yang kemudian dipersoalkan netizen. Mereka mengkritik cuitan tersebut lewat tagar #uninstallbukalapak yang akhirnya menjadi trending topic. Zaky kemudian mengklarifikasi persoalan ini. Dia tidak menyangka cuitannya jadi viral.

“Bangun2 viral tweet saya gara2 “presiden baru” maksudnya siapapun, bisa Pak Jokowi juga. Jangan diplintir ya 🙂 lets fight for innovation budget,” tulisnya.

Zaky menjelaskan tujuan dari cuitannya yang dipersoalkan itu adalah menyampaikan fakta. Menurutnya, dalam 20-50 tahun ke depan, Indonesia perlu investasi dalam riset dan SDM kelas tinggi agar tidak kalah dibanding negara-negara lain.

“Kebijakan serta dukungan Pemerintah Indonesia selama ini sangat menyemangati kami. Semoga ke depannya industri teknologi atau industri berbasis pengetahuan semakin maju,” tulisnya.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.