Selasa, 24 November 20

Corona Menakutkan, 16 Juta Warga Italia Dikarantina!

Corona Menakutkan, 16 Juta Warga Italia Dikarantina!
* Italia menderita karena virus corona: kafe-kafe dan hotel-hotel sepi, sektor turisme di sini diperkirakan bakal merugi £6,5 miliar (Rp103 triliun). (BBC)

Akibat penyebaran wabah virus corona yang semakin melonjak di Italia dan korban tewas terus bertambah maka negara tersebut mewajibkan 16 juta orang di wilayah utara mengikuti karantina.

Perdana Menteri Italia mengatakan setidaknya 16 juta orang di wilayah Lombardy dan 14 provinsi lainnya diwajibkan untuk dikarantina setelah ada kenaikan tajam infeksi virus corona di negara itu. Proses karantina akan berlangsung hingga awal April nanti.

Akibat peningkatan dramatis korban virus itu, pemerintah Italia akan menutup semua pusat kebugaran, kolam renang, museum dan resor ski untuk menahan laju wabah virus corona.

Italia merupakan negara terparah di Eropa Italia dan melaporkan adanya kenaikan tajam dalam infeksi virus itu pada hari Sabtu.

Negara itu juga melaporkan jumlah kematian terbanyak akibat virus corona atau Covid-19 di luar China, sejak virus itu menjalar pada Desember 2019.

Langkah-langkah baru, yang juga berlaku untuk kawasan pusat keuangan di kota Milan dan pusat kunjungan wisata di Venesia akan berlangsung hingga 3 April.

Korban tewas di Italia telah melewati 230 orang, dan seorang pejabat melaporkan lebih dari 50 kematian dalam 24 jam terakhir. Jumlah kasus yang dikonfirmasi virus corona melonjak lebih dari 1.200 menjadi 5.883 pada Sabtu.

Sebelumnya, Institut Kesehatan Nasional menyatakan usia rata-rata para korban meninggal dunia adalah 81 tahun. Mayoritasnya mengidap penyakit bawaan. Diperkirakan 72% di antara mereka berjenis kelamin laki-laki.

Menurut data pemerintah, 4,25% kasus virus corona yang dikonfirmasi telah meninggal dunia, persentase tertinggi di dunia.

Karena itu, dalam pernyataan yang diumumkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia melarang masuk atau transit wisatawan asing asal Italia serta warga asing yang pernah mengunjungi wilayah tersebut. Dua negara lainnya yang disebutkan adalah Iran dan Korea Selatan. Keputusan ini mulai berlaku pada Minggu (8/3) pukul 00.00 WIB.

Apa yang dilakukan pemerintah Italia?
Pemerintah Italia sebelumnya telah menutup semua sekolah selama 10 hari mulai Kamis (5/3), dalam upaya menghambat penyebaran wabah virus corona. Dan semua kompetisi olahraga profesional, termasuk pertandingan sepak bola Serie A, bakal dilangsungkan tanpa penonton selama sebulan.

Virus corona telah menyebabkan 107 orang meninggal dunia di Italia, negara yang paling terdampak oleh wabah tersebut di Eropa.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan layanan kesehatan bisa jadi kewalahan. “Situasinya berubah sangat cepat… Yang jelas ialah wabah ini belum mencapai puncaknya,” kata Jens Spahn seperti dilansir BBC News Indonesia, Minggu (8/3/2020).

Kasus telah dikonfirmasi di 81 negara, dengan Italia, Iran, dan Korea Selatan muncul sebagai hotspot di luar China.

Sebelumnya, pemerintah Italia menutup semua sekolah selama 10 hari mulai Kamis (05/03) dalam upaya menghambat penyebaran wabah virus corona.

Dan semua kompetisi olahraga profesional, termasuk pertandingan sepak bola Serie A, bakal dilangsungkan tanpa penonton selama sebulan. Virus corona telah menyebabkan 107 orang meninggal dunia di Italia, negara yang paling terdampak oleh wabah tersebut di Eropa.

Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan layanan kesehatan bisa jadi kewalahan. “Situasinya berubah sangat cepat… Yang jelas ialah wabah ini belum mencapai puncaknya,” kata Jens Spahn.

Kasus telah dikonfirmasi di 81 negara, dengan Italia, Iran, dan Korea Selatan muncul sebagai hotspot di luar China. PM Conte meminta semua warga Italia untuk “melakukan bagian mereka”.

“Kita dalam perahu yang sama, siapapun yang memegang kemudi punya tugas untuk menunjukkan jalan, kita harus berusaha lebih keras, kita harus melakukannya bersama-sama,” ujarnya.

Menteri Pendidikan, Lucia Azzolina, berharap para siswa bisa kembali bersekolah secepat mungkin. “Saya berkomitmen untuk memastikan bahwa layanan umum yang esensial tersedia bagi semua murid, meskipun dari jauh,” ujarnya.

Media lokal mengatakan pakar kesehatan dan menteri kesehatan Italia mendukung langkah penutupan sekolah.

Angka kematian akibat virus corona di Italia melonjak sebanyak 28 orang, sehingga totalnya kini 107 orang, kata Badan Perlindungan Sipil pada hari Rabu. Kebanyakan pasien meninggal dunia berada di wilayah Lombardy sekitar Milan, dan wilayah utara dekat Bologna dan Venesia.

Langkah pengendalian awal, yang meliputi karantina 11 kota di dekat Milan dengan populasi 50.000 orang, gagal menghentikan penyebaran infeksi.

Pemerintah kini juga mempertimbangkan untuk menutup bioskop dan teater serta melarang acara publik, lansir kantor berita Reutes, mengutip draf surat keputusan pemerintah.

Dekret itu juga meminta warga Italia untuk menghindari pelukan dan berjabat tangan sebisa mungkin.

Italia dilanda ketakutan
Seperti dilaporkan Mark Lowen, koresponden BBC di Roma, Italia menderita karena virus corona: kafe-kafe dan hotel-hotel sepi, sektor turisme di sini diperkirakan bakal merugi £6,5 miliar (Rp103 triliun).

Kota lainnya di sebelah utara Milan bisa dikarantina setelah kasus di sana terus bertambah. Namun langkah-langkah pengendalian sejauh ini gagal menghambat penyebaran — satu korban pertama telah jatuh di selatan Roma.

Dan meskipun sang perdana menteri berusaha meyakinkan rakyatnya dalam pidato tadi malam, rasa takut akibat krisis ini semakin dalam. (*/BBC)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.