Minggu, 1 November 20

CORE: Indonesia Sulit Lepas dari Resesi

CORE: Indonesia Sulit Lepas dari Resesi
* Founder CORE, Hendri Saparini (Foto : CORE)

Jakarta, Obsessionnews.com – Center of Reform on Economics (CORE) menilai pemerintah terlalu ambisius untuk tetap mempertahankan pertumbuhan ekonomi di level positif tahun 2020. Pasalnya berbagai hambatan khususnya yang diakibatkan oleh pandemi covid-19 begitu besar dan sulit diatasi. Sebagai contoh penanganan kasus positif covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan penurunan bahkan cenderung meningkat. Padahal salah satu kunci untuk bisa memulihkan ekonomi adalah dari penanganan covid-19.

Founder dan Ekonom Senior CORE, Hendri Saparini, mengatakan seharusnya pemerintah realistis dengan kondisi yang ada. Dia juga menyarankan pemerintah untuk lebih fokus dalam menjalankan program-program untuk recovery ekonomi tanpa harus memaksakan pertumbuhan ekonomi di zona positif. Menurutnya melihat penanganan covid-19 yang belum sempurna dan juga berbagai program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang belum berjalan optimal, diperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di zona negatif.

“Kita tinggal punya waktu September, Oktober, November, Desember. Artinya hanya tinggal punya waktu empat bulan. Sebaiknya kita tidak kejar pertumbuhan (ekonomi), kita nggak tumbuh tinggi nggak apa – apa sebab global banyak yang resesi. Yang penting optimalkan potensi dalam negeri,” ulas Hendri Saparini dalam diskusi Brifier secara virtual, Jumat (21/8/2020).

Seperti diketahui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimis bahwa pertumbuhan ekonomi 2020 secara year to date sebesar 0,25 persen. Diyakini bahwa angka tersebut bisa menjadi pembeda dari negara lain yang negatif ataupun resesi.

Hendri menambahkan bahwa mungkin saja pertumbuhan ekonomi 2020 akan kembali ke jalur positif asalkan berbagai sumber pertumbuhan ekonomi dioptimalkan. Belanja pemerintah atau konsumsi rumah tangga bisa diupayakan untuk lebih digenjot. Dua faktor ini paling mungkin bisa dilakukan meskipun di tengah pandemi.

Sementara untuk investasi dan juga ekspor – impor cenderung sulit untuk dioptimalkan karena semua negara mengalami persoalan yang sama. Sayangnya dua kontributor ekonomi yang paling mungkin bisa digenjot tidak digarap serius oleh pemerintah. Artinya untuk bisa lolos dari zona negatif diperkirakan akan sulit dicapai oleh pemerintah.

“Kalau mau kejar jangan tumbuh negatif itu bisa melalui konsumsi rumah tangga, ekspor impor, invetasi, konsumsi pemerintah. Nah yang mana yang akan didorong tapi mohon untuk fokus karena waktu hanya empat bulan lagi,” pungkas dia. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.